Senin, Januari 19, 2026
Idul Fitri 2025 Lensatenggara
Beranda Nasional Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Gabungan Terus Persempit Area Pencarian

Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Gabungan Terus Persempit Area Pencarian

14
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Gabungan Terus Persempit Area Pencarian
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian yang dilakukan di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan. Penemuan awal dilaporkan terjadi pada pukul 07.46 WITA. (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian yang dilakukan di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan. Penemuan awal dilaporkan terjadi pada pukul 07.46 WITA.

Serpihan pertama yang ditemukan berupa pecahan kecil jendela pesawat. Temuan tersebut berada pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur. Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat dengan ukuran yang lebih besar.

Selanjutnya, pada pukul 07.52 WITA, Tim SAR memperoleh informasi tambahan terkait kondisi pesawat. Bagian puntak pesawat dilaporkan telah terbuka, sementara bagian ekor ditemukan berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Seiring dengan perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan di lapangan. Sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) digeser ke titik-titik yang dianggap prioritas untuk mempercepat proses pencarian dan pengamanan lokasi.

Baca Juga : Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Wilayah Maros

Pada pukul 08.02 WITA, serpihan berukuran besar kembali terpantau oleh SRU aju melalui pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Tak lama berselang, tepatnya pukul 08.11 WITA, tim aju menyampaikan kebutuhan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing, mengingat medan menuju lokasi temuan cukup terjal dan sulit dijangkau.

Dikutip dari makassar.tribunnews.com, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa penemuan serpihan pesawat tersebut menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Arif.

Ia juga menegaskan bahwa lokasi kejadian memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga memerlukan dukungan peralatan khusus.

“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, dikutip dari detik.com, Tim SAR juga dilaporkan menemukan seorang korban dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Korban yang identitas dan kondisinya belum diketahui tersebut saat ini tengah dievakuasi dari lereng gunung.

“Hari ini ada kabar gembira, tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah ditemukan satu korban,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di Posko Tim SAR di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2026).

Bangun Nawoko menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menjelaskan kondisi korban secara rinci karena fokus utama saat ini adalah proses evakuasi.

“Kondisi korban kita belum menyampaikan di sini yang jelas ini butuh effort yang cukup keras karena memang kondisinya luar biasa,” kata Bangun Nawoko.

“Dan sekarang sudah berupaya untuk kita evakuasi ke Posko AJU di Tompobulu ini,” lanjutnya.

Menurut Bangun Nawoko, posisi korban ditemukan tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat, tepatnya di lereng gunung pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui membawa delapan kru dan tiga penumpang.

Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta dukungan dari masyarakat setempat. Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dan perkembangan terbaru akan disampaikan secara resmi berdasarkan hasil di lapangan. (*)