Aksi Penembakan di Tambang Ilegal Bombana Viral, Empat Oknum Polisi Diamankan

11
Aksi Penembakan di Tambang Ilegal Bombana Viral, Empat Oknum Polisi Diamankan
Sebuah insiden penembakan di area tambang ilegal di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perbincangan luas di media sosial, Kamis (8/1/2026). Foto : Istimewa

LENSATENGGARA.COM, BOMBANA – Sebuah insiden penembakan di area tambang ilegal di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perbincangan luas di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) dan melibatkan aparat kepolisian.

Empat oknum anggota polisi dilaporkan telah diamankan terkait kejadian tersebut. Informasi ini dibenarkan oleh pihak kepolisian setempat.

Dikutip dari detik.com, Kasi Humas Polres Bombana Iptu Abdul Hakim menyampaikan bahwa peristiwa penembakan memang terjadi di lokasi tambang ilegal.

“Iya benar terjadi insiden penembakan di lokasi tambang ilegal,” kata Kasi Humas Polres Bombana Iptu Abdul Hakim dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

BACA JUGA :  PT BMR Salurkan Hewan Kurban di Idul Adha 1446 H, Wujud Komitmen Sosial di Tengah Perlambatan Produksi

Abdul Hakim menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung di lahan tambang ilegal yang berada di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, pada siang hari. Insiden itu diduga melibatkan empat personel kepolisian.

“Kejadian tersebut diduga melibatkan empat personel Resimen 2 Korps Brimob (Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri),” tambahnya.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, terlihat puluhan warga berada di lokasi tambang saat insiden terjadi. Dalam kejadian tersebut, satu orang warga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki. Warga juga sempat menahan terduga oknum polisi yang diduga melakukan penembakan.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Sultra Hadiri Rakor Optimalisasi Pajak Daerah Sektor Pertambangan

Informasi awal menyebutkan, peristiwa bermula ketika sekelompok orang yang diduga merupakan personel Brimob mendatangi lokasi tambang ilegal dan meminta agar aktivitas pertambangan dihentikan. Namun, situasi kemudian memanas akibat adu mulut antara warga dan aparat, hingga akhirnya terjadi penembakan.

Polres Bombana menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional sesuai dengan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku. Aparat berjanji akan mengusut tuntas peristiwa tersebut demi menjaga keadilan dan ketertiban hukum. (*)