<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<atom:link href="https://www.lensatenggara.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<description>Media Online Sulawesi Tenggara (Sultra)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jun 2024 13:22:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_lensatenggara-1-32x32.webp</url>
	<title>Kesehatan &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hipertensi: Ancaman Tak Kasat Mata Bagi Generasi Muda, Berikut 7 Tips Mengatasinya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/hipertensi-ancaman-tak-kasat-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2024 13:22:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hipertensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=2484</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, tak lagi hanya mengintai orang dewasa dan lansia. Gaya hidup modern membawa penyakit ini mengincar kelompok usia muda, bahkan di sekitar usia 20 tahun. Dikutip dari situs detik.health.com hampir separuh orang dewasa di atas 20 tahun memiliki tekanan darah tinggi, meski terlihat sehat-sehat saja. Faktanya, tekanan darah tinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/hipertensi">Hipertensi</a>, atau tekanan darah tinggi, tak lagi hanya mengintai orang dewasa dan lansia. Gaya hidup modern membawa penyakit ini mengincar kelompok usia muda, bahkan di sekitar usia 20 tahun.</p>
<p>Dikutip dari situs <a href="https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7370307/tak-cuma-lansia-hipertensi-juga-serang-usia-muda-kenali-dampaknya" rel="noopener">detik.health.com</a> hampir separuh orang dewasa di atas 20 tahun memiliki tekanan darah tinggi, meski terlihat sehat-sehat saja. Faktanya, tekanan darah tinggi tanpa gejala ini perlu diwaspadai, karena dampaknya bisa fatal.</p>
<h4><strong>Dampak Mengerikan Hipertensi</strong></h4>
<p>Dapat merusak jantung dan arteri dengan berbagai cara:</p>
<ul>
<li>Membuat jantung bekerja lebih keras: Tekanan darah tinggi memaksa jantung untuk bekerja lebih keras, menebalkan otot jantung, dan mempersulit pemompaan darah.</li>
<li>Menyempitkan dan mengeraskan arteri: Aliran darah normal terhambat, meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius.</li>
</ul>
<h4><strong>Akibatnya, hipertensi dapat meningkatkan risiko:</strong></h4>
<ul>
<li>Serangan jantung</li>
<li>Stroke</li>
<li>Penyakit ginjal kronis</li>
<li>Disfungsi ereksi</li>
</ul>
<h4><strong>Penyebab Hipertensi pada Usia Muda</strong></h4>
<p>Beberapa faktor risiko memicu pada usia muda, antara lain:</p>
<ul>
<li>Gaya hidup kurang aktif: Kurang berolahraga menyebabkan penumpukan lemak dan menurunkan kebugaran kardiovaskular, meningkatkan tekanan darah.</li>
<li>Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan: Merokok menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, sedangkan alkohol mengganggu fungsi sistem kardiovaskular.</li>
<li>Kelebihan berat badan atau obesitas: Kelebihan lemak tubuh menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan produksi hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah.</li>
</ul>
<h4><strong>Gejala dan Pencegahan</strong></h4>
<p>Umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun, jika tidak dikontrol, beberapa efek samping bisa muncul, seperti:</p>
<ul>
<li>Sakit kepala</li>
<li>Pusing</li>
<li>Nyeri dada</li>
<li>Mual dan muntah</li>
<li>Mimisan</li>
<li>Penglihatan buram</li>
</ul>
<h4><strong>Meskipun begitu, hipertensi ringan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup:</strong></h4>
<ol>
<li>Berolahraga secara teratur</li>
<li>Berhenti merokok atau mengurangi konsumsi rokok</li>
<li>Memperbaiki pola makan: Kurangi garam dan lemak, perbanyak buah dan sayur</li>
<li>Menurunkan berat badan</li>
<li>Mengurangi konsumsi alkohol</li>
<li>Hipertensi bukan lagi penyakit orang tua. Usia muda pun tak luput dari ancamannya.</li>
<li>Mari cegah dengan gaya hidup sehat.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daun Kelor: Si &#8216;Tanaman Ajaib&#8217; yang Memiliki 7 Manfaat untuk Kesehatan</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/daun-kelor-si-tanaman-ajaib-yang-memiliki-7/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 06:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Kelor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=2434</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Daun kelor (Moringa oleifera) bukan sekadar tanaman biasa. Dikenal sebagai &#8216;tanaman ajaib&#8217;, daun kelor kaya akan nutrisi dan senyawa aktif yang membuatnya bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan Nutrisi Daun Kelor: Protein: 2 gram Vitamin B6: 19% dari kebutuhan harian Vitamin C: 12% dari kebutuhan harian Zat besi: 11% dari kebutuhan harian Riboflavin (B2): 9% [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/daun-kelor">Daun kelor</a> (Moringa oleifera) bukan sekadar tanaman biasa. Dikenal sebagai &#8216;tanaman ajaib&#8217;, daun kelor kaya akan nutrisi dan senyawa aktif yang membuatnya bermanfaat untuk kesehatan.</p>
<h5><strong>Kandungan Nutrisi <a href="https://www.lensatenggara.com/4-manfaat-daun-kelor-untuk-pria/">Daun Kelor</a>:</strong></h5>
<ul>
<li>Protein: 2 gram</li>
<li>Vitamin B6: 19% dari kebutuhan harian</li>
<li>Vitamin C: 12% dari kebutuhan harian</li>
<li>Zat besi: 11% dari kebutuhan harian</li>
<li>Riboflavin (B2): 9% dari kebutuhan harian</li>
<li>Magnesium: 8% dari kebutuhan harian</li>
</ul>
<h4><strong>7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan :</strong></h4>
<ol>
<li>
<h5><strong>Mengandung Antioksidan Tinggi:</strong></h5>
<ul>
<li>Melindungi tubuh dari radikal bebas</li>
<li>Mencegah penyakit kronis seperti jantung dan diabetes tipe 2</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Membantu Menurunkan Gula Darah:</strong></h5>
<ul>
<li>Kandungan asam klorogenat dan isothiocyanate membantu menurunkan gula darah</li>
<li>Penelitian menunjukkan penurunan gula darah puasa hingga 13,5%</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Mengurangi Peradangan:</strong></h5>
<ul>
<li>Isothiocyanate dan niazimicin membantu mengatasi peradangan kronis</li>
<li>Mencegah penyakit jantung dan kanker</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Menjaga Kesehatan Jantung:</strong></h5>
<ul>
<li>Menurunkan tekanan darah dan kolesterol</li>
<li>Mengandung antioksidan quercetin yang mencegah hipertensi</li>
<li>Menurunkan tingkat kolesterol dalam darah</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Meningkatkan Fertilitas Pria:</strong></h5>
<ul>
<li>Mengatasi dampak stres oksidatif pada sperma</li>
<li>Meningkatkan jumlah dan motilitas sperma</li>
<li>Mencegah penurunan jumlah sperma</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Memperkuat Imun Tubuh:</strong></h5>
<ul>
<li>Vitamin C membantu membangun dan memperkuat daya tahan tubuh</li>
<li>Melindungi tubuh dari infeksi</li>
</ul>
</li>
<li>
<h5><strong>Melancarkan Produksi ASI:</strong></h5>
<ul>
<li>Mendukung produksi ASI</li>
<li>Menunjang kesehatan ibu hamil dan janin</li>
</ul>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Manfaat Kopi yang Tak Terduga untuk Otak Anda</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/4-manfaat-kopi-yang-tak-terduga-untuk-otak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2024 06:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=2330</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Kopi, minuman yang digemari banyak orang, tak hanya memberikan energi dan semangat di pagi hari, tapi juga membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah efek positifnya pada otak. Bagaimana Kopi Bekerja pada Otak? Dikutip dari health.detik.com Kandungan kafein dalam kopi bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat dengan beberapa cara. Kafein berinteraksi dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kopi">Kopi</a>, minuman yang digemari banyak orang, tak hanya memberikan energi dan semangat di pagi hari, tapi juga membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah efek positifnya pada otak.</p>
<h5><strong>Bagaimana Kopi Bekerja pada Otak?</strong></h5>
<p>Dikutip dari <a href="https://health.detik.com/" rel="noopener">health.detik.com</a> Kandungan kafein dalam kopi bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat dengan beberapa cara. Kafein berinteraksi dengan reseptor adenosin di otak, yaitu neurotransmitter yang mendorong rasa kantuk.</p>
<p>Adenosin biasanya menumpuk di siang hari, membuat kita merasa mengantuk. Kafein memiliki struktur molekul yang mirip dengan adenosin, sehingga ia bersaing untuk berikatan dengan reseptor adenosin yang sama.</p>
<p>Namun, kafein tidak memperlambat neuron seperti adenosin. Sebaliknya, kafein mencegah adenosin memperlambat aktivitas saraf.</p>
<h5><strong>Manfaat Kopi Bagi Otak:</strong></h5>
<ol>
<li>Meningkatkan kewaspadaan dan fokus: Kafein meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat, membuat kita lebih waspada dan fokus.</li>
<li>Meningkatkan fungsi kognitif: Kafein dapat meningkatkan berbagai aspek fungsi otak, seperti waktu reaksi, perhatian, belajar, dan memori.</li>
<li>Memperkuat memori: Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat memberikan efek positif pada memori jangka pendek dan jangka panjang.</li>
<li>Menurunkan risiko Alzheimer: Konsumsi kopi secara teratur dan moderat dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 65%.</li>
</ol>
<h5><strong>Penting untuk diingat:</strong></h5>
<p>Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti kecemasan, insomnia, dan sakit kepala. Sebaiknya batasi mengkonsumsi hingga 400mg kafein per hari, setara dengan 4-5 cangkir k.opi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Manfaat Daun Kelor untuk Pria, Serta Efek Sampingnya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/4-manfaat-daun-kelor-untuk-pria/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2024 01:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Kelor]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=1462</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Daun kelor telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk alat vital pria. Tanaman ini kaya akan kandungan nutrisi, seperti protein, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kelor juga dikenal sebagai Moringa oleifera, keajaiban, dan pohon paha – adalah pohon yang dihargai karena daunnya yang bergizi dan konon memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/daun-kelor">Daun kelor</a> telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk alat vital pria.</p>
<p>Tanaman ini kaya akan kandungan nutrisi, seperti protein, vitamin, mineral, dan antioksidan.</p>
<p><a href="https://www.lensatenggara.com/alkes-kelor-minta-maaf-usai-video-viral-celetukan-sinonggi/">Kelor</a> juga dikenal sebagai Moringa oleifera, keajaiban, dan pohon paha – adalah pohon yang dihargai karena daunnya yang bergizi dan konon memiliki khasiat obat.</p>
<h5><strong>Dikutip dari laman <a href="https://www.healthline.com/nutrition/moringa-benefits-for-men" rel="noopener">healtline</a>, Berikut 4 Manfaat Daun Kelor untuk Pria</strong></h5>
<ol>
<li><strong>Kelor Dapat Meningkatkan Kesehatan Prostat<br />
</strong>Biji dan daun kelor kaya akan senyawa yang mengandung sulfur yang disebut glukosinolat, yang mungkin memiliki sifat antikanker.Penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa glukosinolat dari biji tanaman dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat manusia.Ada juga spekulasi bahwa kelor dapat membantu mencegah hiperplasia prostat jinak (BPH). Kondisi ini biasanya menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia pria dan ditandai dengan pembesaran prostat, yang dapat membuat sulit buang air kecil.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-1463 alignright" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2024/01/kelor_2.webp" alt="4 Manfaat Daun Kelor untuk Pria, Serta Efek Sampingnya" width="382" height="433" />Dalam sebuah penelitian, tikus menerima ekstrak daun kelor sebelum diberikan testosteron setiap hari selama 4 minggu untuk menginduksi BPH. Ekstrak tersebut ditemukan secara signifikan mengurangi berat prostat.</p>
<p>Terlebih lagi, ekstrak tersebut juga mengurangi kadar antigen spesifik prostat, suatu protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Tingginya kadar antigen ini mungkin merupakan tanda kanker prostat.</p>
<p>Terakhir, penelitian ini juga menunjukkan bahwa tanaman tersebut menurunkan kadar testosteron pada tikus yang diobati. Pada manusia, kadar testosteron yang rendah dapat menurunkan gairah seks dan fungsi ereksi, menyebabkan hilangnya massa otot, dan menyebabkan depresi.</p>
<p>Efek penurunan testosteron ini juga dapat mengganggu efektivitas terapi penggantian testosteron pada pria dengan testosteron rendah.</p>
<p>Pada akhirnya, penelitian pada manusia diperlukan untuk menentukan apakah kelor memiliki efek menguntungkan pada kesehatan prostat atau menurunkan testosteron pada pria.</li>
<li><strong>Dapat Meringankan Disfungsi Ereksi<br />
</strong>Disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seks.Kondisi ini sering terjadi ketika ada masalah pada aliran darah, yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi, tingginya kadar lemak dalam darah, atau kondisi tertentu seperti diabetes.Daun kelor mengandung senyawa tanaman bermanfaat yang disebut polifenol, yang dapat meningkatkan aliran darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat dan menurunkan tekanan darah.</p>
<p>Terlebih lagi, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak daun dan biji tanaman menghambat enzim utama yang terkait dengan DE yang meningkatkan tekanan darah dan menurunkan produksi oksida nitrat.</p>
<p>Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor mengendurkan otot polos di penis tikus sehat, sehingga memungkinkan lebih banyak aliran darah ke area tersebut. Ekstraknya juga meringankan DE pada tikus penderita diabetes.</p>
<p>Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian mengenai topik tersebut yang dilakukan pada manusia. Oleh karena itu, masih belum diketahui apakah efek menguntungkan kelor terhadap DE pada hewan juga berdampak pada manusia.</li>
<li><strong>Kelor Dapat Meningkatkan Kesuburan<br />
</strong>Pria diperkirakan menyebabkan atau berkontribusi terhadap masalah infertilitas pada sekitar 40% kasus, dengan berkurangnya produksi sperma dan masalah motilitas sperma menjadi penyebab paling umum.<br />
Daun dan biji kelor merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, yang dapat membantu memerangi kerusakan oksidatif yang dapat mengganggu produksi sperma atau merusak DNA sperma.Penelitian pada kelinci menunjukkan bahwa bubuk daun tanaman secara signifikan meningkatkan volume air mani, serta jumlah dan motilitas sperma.</p>
<p>Penelitian pada tikus lebih lanjut menunjukkan bahwa sifat antioksidan ekstrak daun kelor secara signifikan meningkatkan jumlah sperma dalam kasus testis yang tidak turun.</p>
<p>Terlebih lagi, penelitian pada tikus dan kelinci menunjukkan bahwa ekstrak daun ini dapat mencegah hilangnya sperma yang disebabkan oleh panas berlebihan, kemoterapi, atau sinar elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel.</p>
<p>Meskipun hasil ini menjanjikan, penelitian pada manusia diperlukan sebelum kesimpulan dapat dibuat mengenai efektivitas kelor untuk meningkatkan kesuburan pria.</li>
<li><strong>Daun Kelor Dapat Meningkatkan Kontrol Gula Darah</strong><br />
Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh Anda tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efisien. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang menurunkan kadar gula darah setelah makan.Kondisi ini lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Hal ini mungkin terjadi karena pria cenderung menyimpan lebih banyak lemak berbahaya di sekitar daerah perutnya – yang dikenal sebagai lemak visceral – yang menurunkan efektivitas insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes.Beberapa penelitian pada tikus dan tikus penderita diabetes menunjukkan bahwa ekstrak daun dan biji kelor dapat menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan produksi insulin atau penyerapan gula ke dalam sel.</p>
<p>Sebuah penelitian pada 10 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa mengonsumsi 4 gram bubuk daun kelor meningkatkan sekresi insulin tetapi tidak mempengaruhi kadar gula darah secara signifikan.</p>
<p>Dalam penelitian lain, 10 orang dewasa sehat dan 17 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 diberi 20 gram bubuk daun salam setelah makan. Para peneliti menemukan bahwa suplemen tersebut mengurangi peningkatan gula darah pasca makan pada penderita diabetes tetapi tidak pada mereka yang tidak menderita diabetes.</p>
<p>Para peneliti melaporkan dosis ini mengakibatkan rasa yang tidak enak, yang mungkin mempengaruhi konsistensi asupan.</p>
<p>Meskipun hasil ini menjanjikan, diperlukan penelitian tambahan jangka panjang dan berkualitas tinggi yang melibatkan lebih banyak orang sebelum kesimpulan pasti dapat dibuat mengenai kemanjuran kelor dalam mengelola diabetes tipe 2.</li>
</ol>
<h4><strong>Keamanan dan Efek Samping Daun Kelor</strong></h4>
<p>Sejarah panjang penggunaan kelor dalam pengobatan herbal dan sebagai makanan menunjukkan bahwa tanaman tersebut kemungkinan besar aman.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1466" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2024/01/kelor.webp" alt="4 Manfaat Daun Kelor untuk Pria, Serta Efek Sampingnya" width="715" height="408" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2024/01/kelor.webp 715w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2024/01/kelor-300x171.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2024/01/kelor-696x397.webp 696w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /></p>
<p>Penelitian telah melaporkan tidak ada efek samping pada orang yang mengonsumsi 50 gram bubuk daun tanaman sebagai dosis tunggal atau 7 gram setiap hari selama 90 hari.</p>
<p>Meskipun tidak ada cukup bukti pada manusia yang menunjukkan bahwa tanaman ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai aspek kesehatan pria, tanaman ini tetap bergizi tinggi.</p>
<p>Anda bisa membeli daun kelor dalam bentuk bubuk, kapsul, atau ekstrak. Itu juga dijual sebagai teh herbal dalam varietas alami dan rasa.</p>
<p>Namun, pria yang mengalami penurunan kadar testosteron atau sedang mengonsumsi obat untuk tekanan darah atau pengontrol gula darah harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen ini, karena tanaman dapat memengaruhi cara kerja obat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Cahaya Biru Layar Ponsel Dapat Mengganggu Tidur? Yuk Cek 3 Faktanya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/apakah-cahaya-biru-layar-ponsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 12:47:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=1443</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa cahaya biru layar ponsel mungkin tidak begitu mengganggu tidur seperti yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian ini mengamati bagaimana orang bereaksi terhadap berbagai jenis cahaya. Mereka menemukan bahwa antara cahaya biru, kuning, dan putih, tidak ada bukti konklusif bahwa biru lebih buruk daripada bentuk cahaya lainnya. Cahaya dari smartphone, tablet, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa cahaya biru layar <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/ponsel">ponsel</a> mungkin tidak begitu mengganggu tidur seperti yang diperkirakan sebelumnya.</p>
<p>Penelitian ini mengamati bagaimana orang bereaksi terhadap berbagai jenis cahaya. Mereka menemukan bahwa antara cahaya biru, kuning, dan putih, tidak ada bukti konklusif bahwa biru lebih buruk daripada bentuk cahaya lainnya.</p>
<p>Cahaya dari smartphone, tablet, dan komputer secara luas dianggap mengganggu ritme sirkadian alami kita. Akibatnya, muncul industri seputar &#8220;higienis tidur&#8221;.</p>
<p>Tetapi sebuah penelitian baru yang dirilis bulan lalu di jurnal Nature menunjukkan bahwa apa yang disebut cahaya biru, jenis cahaya yang dipancarkan dari perangkat ini, mungkin tidak semengganggu seperti yang dipahami sebelumnya.</p>
<p>Melansir dari laman healtline.com Penelitian dari Universitas Basel dan Universitas Teknik Munich ini mempelajari &#8220;efek perubahan cahaya biru-kuning terkalibrasi pada jam sirkadian manusia&#8221;.</p>
<p>Para peneliti memaparkan 16 subjek pada tiga jenis cahaya berbeda selama satu jam sebelum mereka tidur malam. Setelah menggunakan cahaya latar/kontrol biru redup, kuning, dan putih konstan, penulis penelitian menentukan bahwa &#8220;tidak ada bukti konklusif untuk efek perubahan substitusi sunyi terkalibrasi dalam warna cahaya sepanjang sumbu biru-kuning pada jam sirkadian manusia atau tidur”.</p>
<p>Cahaya itu sendiri memang dapat menjadi pengganggu umum bagi pola tidur manusia, tetapi mungkin tidak seperti cara perangkat modern dipandang dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<h5><strong>Bagaimana cahaya biru layar ponsel mempengaruhi pola tidur?</strong></h5>
<p>Mata manusia mengubah cahaya menjadi impuls listrik melalui serangkaian kerucut, batang, dan &#8220;sel ganglion retina fotosensitif intrinsik&#8221; (ipRGC). Cahaya biru, yang dipancarkan dari perangkat seperti smartphone dan tablet, adalah bentuk cahaya gelombang pendek, dan diubah menjadi warna biru oleh kerucut, yang merespons cahaya terang; sel batang hanya beroperasi dalam kondisi cahaya redup dan tidak membedakan warna.</p>
<p>ipRGC di mata menerima informasi tentang intensitas cahaya daripada warna, dan mereka juga menjaga ritme sirkadian tetap teratur. Fotopemen melanopsin, yang diekspresikan oleh ipRGC, membantu mengatur penekanan melatonin malam hari. Kerucut mengirimkan informasi ke ipRGC, yang menunjukkan bahwa warna cahaya dapat mempengaruhi ritme sirkadian reguler ini dan kemampuan seseorang untuk tertidur atau tetap tertidur.</p>
<p>Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa &#8220;paparan cahaya yang tidak tepat waktu&#8221; &#8211; yaitu, cahaya buatan dari perangkat yang kita gunakan sepanjang hari &#8211; dapat memiliki efek buruk pada tidur dan kesehatan. Tapi proses yang digunakan otak kita untuk memodulasi ritme sirkadian internal cukup kompleks, kata Dr. Alexander Solomon, ahli bedah neuro-oftalmologi di Pacific Neuroscience Institute di Providence Saint John&#8217;s Health Center di Santa Monica.</p>
<p>“Ada &#8216;jam&#8217; utama yang diatur oleh sel melanopsin ini (yang, sekali lagi, masih paling sensitif terhadap cahaya biru) tetapi aktivitas lain seperti pengaturan waktu makan dan olahraga juga dapat memberikan umpan balik ke jam utama itu,” kata Solomon kepada Healthline. “Saya pikir jika seseorang mengalami kesulitan tidur dan bangun secara teratur pada waktu yang dibutuhkan untuk gaya hidup mereka, satu perubahan bisa dengan menggunakan kacamata blokir cahaya biru atau pengaturan ponsel/layar serupa, tetapi juga mengurangi paparan cahaya terang secara keseluruhan.”</p>
<h5><strong>Haruskah Anda menghindari menggunakan ponsel sebelum tidur?</strong></h5>
<p>Solomon mengatakan temuan penelitian tidak berarti bahwa orang-orang dapat mengharapkan tidur malam yang nyenyak jika mereka bermain ponsel sebelum tidur. SSolomon menunjukkan bahwa penelitian ini mungkin tidak mencerminkan cara kebanyakan orang berinteraksi dengan cahaya secara umum.</p>
<p>“Penelitian ini secara khusus merancang paparan cahaya…untuk menghindari pemicu sel peka cahaya di mata kita yang diketahui bertanggung jawab untuk mengatur ulang ritme sirkadian kita, yang tidak cocok dengan lingkungan pencahayaan dunia nyata,” kata Solomon.</p>
<p>“Sel ini sensitif terhadap cahaya biru, jadi mengatakan cahaya biru tidak memainkan peran yang besar adalah tidak benar. Itu hanya mengatakan cahaya kuning terang dapat mempengaruhi hal-hal sebanyak cahaya biru redup.”</p>
<p>Keiland Cooper,Ph.D, ahli saraf di Universitas California, Irvine, mengatakan kepada Healthline bahwa penelitian terbaru ini hanya berarti lebih banyak penelitian diperlukan untuk sepenuhnya memahami bagaimana perangkat ini mempengaruhi kesehatan kita.</p>
<p>“Meskipun satu penelitian dalam isolasi jarang konklusif, inti sari dari penelitian ini adalah bahwa lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan untuk lebih mempersempit aspek mana dari layar pada malam hari yang berdampak negatif pada tidur kita,” kata Cooper. “Memahami mekanisme tepat layar pada fungsi saraf kita penting karena akan membantu menginformasikan desainer dan pabrikan perangkat tentang aspek mana dari layar mereka yang dapat ditingkatkan untuk membantu pengguna tidur dan mengurangi efek samping dari penggunaan perangkat kita.”</p>
<h5><strong>Bagaimana Anda bisa mendapatkan tidur yang lebih baik?</strong></h5>
<p>Banyak perangkat memiliki pengaturan cahaya redup yang dapat mengurangi kecerahan cahaya, dan kacamata. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Manfaat Terong Pipit untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Asam Urat</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/8-manfaat-terong-pipit-untuk-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 09:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Terong Pipit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=1001</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, Manfaat Terong pipit, atau yang juga dikenal dengan nama pokak atau biasa juga disebut kotiwu, adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini memiliki buah yang berwarna hijau dan berbentuk seperti kacang polong. Manfaat Terong pipit memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan, antara lain: Menangkal Radikal Bebas Terong pipit mengandung antioksidan yang dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM,</strong> Manfaat <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/terong-pipit">Terong pipit</a>, atau yang juga dikenal dengan nama pokak atau biasa juga disebut kotiwu, adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini memiliki buah yang berwarna hijau dan berbentuk seperti kacang polong.</p>
<figure id="attachment_1027" aria-describedby="caption-attachment-1027" style="width: 320px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class=" wp-image-1027" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2023/10/tanaman_terong_pipit.webp" alt="8 Manfaat Terong Pipit untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Asam Urat" width="320" height="483" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2023/10/tanaman_terong_pipit.webp 600w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2023/10/tanaman_terong_pipit-199x300.webp 199w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2023/10/tanaman_terong_pipit-278x420.webp 278w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption id="caption-attachment-1027" class="wp-caption-text">Terong Pipit</figcaption></figure>
<h5><strong>Manfaat Terong pipit memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan, antara lain:</strong></h5>
<ol>
<li><strong>Menangkal Radikal Bebas</strong><br />
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Terung" rel="noopener">Terong</a> pipit mengandung antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer.</li>
<li><strong>Mencegah Asam Urat</strong><br />
Terong pipit mengandung senyawa yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Asam urat yang tinggi dapat menyebabkan penyakit asam urat, yang ditandai dengan nyeri sendi, bengkak, dan kemerahan.</li>
<li><strong>Mencegah Anemia</strong><br />
Terong pipit mengandung zat besi yang tinggi. Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, dan pusing.</li>
<li><strong>Menjaga Kesehatan Pencernaan</strong><br />
Terong pipit mengandung serat yang tinggi. Serat adalah nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Serat dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.</li>
<li><strong>Menjaga Kesehatan Jantung</strong><br />
Mengandung kalium yang tinggi. Kalium adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung. Kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung.</li>
<li><strong>Menjaga Kesehatan Mata</strong><br />
Mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A adalah vitamin yang penting untuk kesehatan mata. Vitamin A dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata, seperti rabun senja dan katarak.</li>
<li><strong>Meningkatkan Daya Tahan Tubuh</strong><br />
Terong ini mengandung vitamin C yang tinggi. Vitamin C adalah vitamin yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C dapat membantu tubuh melawan infeksi.</li>
<li><strong>Membantu Menurunkan Berat Badan</strong><br />
Terong ini rendah kalori dan tinggi serat. Hal ini menjadikan tanaman ini sebagai pilihan yang baik untuk orang yang sedang menjalani diet.</li>
</ol>
<p>Untuk mendapatkan manfaat maksimal, sebaiknya dikonsumsi secara rutin. Terong ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti ditumis, digoreng, atau direbus.</p>
<h5><strong>Berikut adalah beberapa tips untuk mengolah terong pipit:</strong></h5>
<ul>
<li>Cuci bersih terong sebelum diolah.</li>
<li>Rendam dalam air garam selama 30 menit untuk mengurangi rasa pahit.</li>
<li>Tiriskan sebelum diolah.</li>
<li>Anda juga dapat menambahkan bumbu-bumbu tertentu untuk mengurangi rasa pahit, seperti bawang merah, bawang putih, atau jahe.</li>
</ul>
<figure id="attachment_1003" aria-describedby="caption-attachment-1003" style="width: 323px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-1003" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2023/10/terong_pipit.webp" alt="8 Manfaat Terong Pipit untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Asam Urat" width="323" height="409" /><figcaption id="caption-attachment-1003" class="wp-caption-text">Terong Pipit</figcaption></figure>
<h4><strong>Cara Menanam Terong Pipit</strong></h4>
<p>Terong pipit adalah tanaman yang mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu sekitar 3-4 bulan setelah tanam.</p>
<h5><strong>Berikut adalah cara menanam terong pipit:</strong></h5>
<ul>
<li><strong>Persiapan lahan</strong><br />
Lahan yang akan digunakan untuk menanam terong pipit harus diolah terlebih dahulu. Tanah dibajak atau dicangkul hingga gembur. Kemudian, tanah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.</li>
<li><strong>Pembibitan</strong><br />
Bibit terong pipit dapat diperoleh dengan cara menyemai biji atau stek batang.<br />
Untuk menyemai biji, biji terong ditanam di media semai yang sudah disiapkan. Media semai dapat berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. Biji ditanam sedalam 1-2 cm. Media semai harus dijaga agar selalu lembap.Setelah 1-2 minggu, bibit terong siap dipindah tanam ke lahan.Untuk stek batang, batang yang sudah tua dipotong sepanjang 15-20 cm. Kemudian, stek batang ditanam di lahan yang sudah disiapkan. Stek batang harus dijaga agar selalu lembap.</li>
<li><strong>Penanaman</strong><br />
Bibit terong pipit ditanam di lahan yang sudah disiapkan. Jarak tanam antar bibit adalah 20-30 cm.</li>
<li><strong>Pemeliharaan</strong><br />
Tanaman terong ini membutuhkan penyiraman secara rutin. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari.Tanaman ini juga membutuhkan pemupukan secara rutin. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang atau kompos.Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, tanaman ini harus dipantau secara rutin. Jika ditemukan hama atau penyakit, segera lakukan pengendalian.</li>
<li><strong>Pemanenan</strong><br />
Dapat dipanen setelah berumur sekitar 3-4 bulan. Ciri-ciri terong pipit yang siap panen adalah buahnya berwarna hijau tua dan sudah berukuran cukup besar.</p>
<h5><strong>Berikut adalah tips untuk menanam terong pipit:</strong></h5>
<ul>
<li>Pilihlah bibit yang berkualitas.</li>
<li>Siapkan lahan yang gembur dan subur.</li>
<li>Lakukan penyiraman dan pemupukan secara rutin.</li>
<li>Jagalah tanaman dari serangan hama dan penyakit.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Dengan mengikuti tips tersebut, Anda dapat menanamnya dengan hasil yang optimal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/10-manfaat-kayu-manis-bagi-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 15:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayu Manis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=334</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah yang paling populer di dunia. Rempah ini memiliki rasa manis dan aromatik yang dapat digunakan untuk berbagai hidangan makanan dan minuman. Selain itu juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kayu manis, bumbu yang kaya akan aroma dan rasa ini, telah digunakan dalam berbagai resep kuliner sejak zaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kayu-manis">Kayu manis</a> adalah salah satu rempah-rempah yang paling populer di dunia. Rempah ini memiliki rasa manis dan aromatik yang dapat digunakan untuk berbagai hidangan makanan dan minuman. Selain itu juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.</p>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_manis" rel="noopener">Kayu manis</a>, bumbu yang kaya akan aroma dan rasa ini, telah digunakan dalam berbagai resep kuliner sejak zaman dahulu. Selain menjadi tambahan yang lezat dalam masakan dan minuman, juga dikenal memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan manusia.</p>
<h4><strong>Berikut adalah beberapa manfaat kayu manis bagi kesehatan:</strong></h4>
<ol>
<li><strong>Membantu menurunkan gula darah</strong><br />
Salah satu manfaat yang paling terkenal adalah kemampuannya untuk membantu menurunkan gula darah. Dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh dapat menggunakan glukosa dengan lebih efisien. Hal ini dapat membantu penderita diabetes tipe 2 untuk mengontrol kadar gula darah mereka.</li>
<li><strong>Mencegah penyakit jantung</strong><br />
Memiliki sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, dan penyakit kronis lainnya.</li>
<li><strong>Mengurangi peradangan</strong><br />
Peradangan adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi atau cedera. Namun, peradangan yang kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan.</li>
<li><strong>Meningkatkan kesehatan pencernaan</strong><br />
Memiliki sifat karminatif, yang berarti dapat membantu mengurangi pembentukan gas dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat membantu mengatasi gejala-gejala seperti perut kembung, kram, dan mual.</li>
<li><strong>Meningkatkan daya tahan tubuh</strong><br />
Dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi.</li>
<li><strong>Mencegah kanker</strong><br />
Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu mencegah kanker. Memiliki sifat anti-kanker yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.</li>
<li><strong>Perlindungan Terhadap Infeksi</strong><br />
Memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang dapat membantu melawan infeksi. Senyawa didalamnya dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, membantu melindungi tubuh dari penyakit infeksi seperti flu dan infeksi saluran pernapasan.</li>
<li><strong>Peningkatan Fungsi Otak</strong><br />
Dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa senyawanya dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan memori. Ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.</li>
<li><strong>Antioksidan</strong><br />
Kayu manis mengandung banyak antioksidan yang melawan radikal bebas dalam tubuh. Ini dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit kronis.</li>
<li><strong>Pengurangan Nyeri Menstruasi</strong><br />
Beberapa wanita melaporkan bahwa dengan mengkonsumsinya dapat membantu mengurangi nyeri menstruasi. Ini mungkin karena sifat antiinflamasi kayu manis.</li>
</ol>
<h4><strong>Cara mengonsumsi kayu manis</strong></h4>
<h5>Kayu manis dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, termasuk:</h5>
<ul>
<li>Ditambahkan dalam makanan dan minuman</li>
<li>Dicincang dan ditaburkan di atas makanan</li>
<li>Diseduh sebagai teh</li>
<li>Efek samping kayu manis</li>
</ul>
<p>Kayu manis umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, mengonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek samping, seperti diare, mual, dan muntah. Ibu hamil dan menyusui juga harus menghindari mengonsumsinya dalam jumlah besar.</p>
<h4><strong>Kesimpulan</strong></h4>
<p>Sementara kayu manis memiliki banyak manfaat kesehatan yang potensial, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak. Terlalu banyak dalam makanan atau suplemen mungkin tidak aman dan dapat menyebabkan efek samping. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengambil jumlah yang signifikan, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan.</p>
<p>Kayu manis adalah rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat-manfaat tersebut didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Namun, penting untuk mengonsumsi dalam jumlah sedang untuk menghindari efek samping.</p>
<p>Rempah ini bukan hanya bumbu yang lezat tetapi juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang luar biasa. Dengan mengonsumsinya dengan bijak, Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda dan menikmati kebaikan alam ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
