<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LensaTenggara.com</title>
	<atom:link href="https://www.lensatenggara.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<description>Media Online Sulawesi Tenggara (Sultra)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2026 07:48:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_lensatenggara-1-32x32.webp</url>
	<title>LensaTenggara.com</title>
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gerbang Utama UHO Kendari Berubah, Lampu Malam Bikin Tampilan Makin Modern</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/gerbang-utama-uho-kendari-berubah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 07:48:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5710</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Wajah baru gerbang utama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mulai terlihat dan menarik perhatian masyarakat. Tampilan kawasan tersebut semakin mencolok, terutama saat malam hari ketika pencahayaan mulai menerangi bagian depan gerbang. Pantauan di kawasan kampus UHO, Jumat (11/9/2026) malam, menunjukkan sejumlah bagian gerbang utama telah menampilkan bentuk baru setelah melalui proses revitalisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Wajah baru gerbang utama Universitas Halu Oleo (<a href="https://www.lensatenggara.com/tag/uho">UHO</a>) Kendari mulai terlihat dan menarik perhatian masyarakat. Tampilan kawasan tersebut semakin mencolok, terutama saat malam hari ketika pencahayaan mulai menerangi bagian depan gerbang.</p>
<p>Pantauan di kawasan kampus <a href="https://uho.ac.id/" rel="noopener">UHO</a>, Jumat (11/9/2026) malam, menunjukkan sejumlah bagian gerbang utama telah menampilkan bentuk baru setelah melalui proses revitalisasi dan penataan.</p>
<p>Sorotan lampu bernuansa kekuningan membuat bangunan gerbang terlihat lebih terang dan memberikan kesan modern. Tulisan “Universitas Halu Oleo” yang berada di bagian atas juga tampak jelas dari arah jalan utama.</p>
<p>Perubahan tidak hanya terlihat pada bangunan gerbang. Area di sekitarnya turut ditata dengan tanaman dan hamparan rumput yang mulai menghijau.</p>
<p>Akses jalan di sekitar pintu masuk utama kampus juga mengalami perubahan dibandingkan kondisi sebelumnya. Penataan tersebut membuat kawasan depan kampus mulai memperlihatkan bentuk yang lebih rapi dan representatif.</p>
<h5><strong>Revitalisasi Bernilai Rp7,4 Miliar</strong></h5>
<p>Revitalisasi gerbang utama UHO merupakan salah satu proyek penataan kawasan kampus pada 2026.</p>
<p>Berdasarkan informasi pada sistem pengadaan UHO, paket Revitalisasi Gerbang Utama Kampus UHO memiliki nilai HPS sebesar Rp7.546.265.503.</p>
<p>Sementara berdasarkan laporan sejumlah media sebelumnya dan informasi pada papan proyek, nilai kontrak pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp7,466 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.</p>
<p>Pekerjaan tersebut mencakup penataan gerbang utama beserta kawasan di sekitarnya, termasuk elemen lanskap dan akses jalan.</p>
<p>Perubahan wajah gerbang kini mulai terlihat setelah pengerjaan memasuki tahapan lanjutan. Sebelumnya, perkembangan proyek juga terlihat pada penataan jalur pedestrian, median jalan, serta kawasan pintu masuk kampus.</p>
<h5><strong>Jadi Wajah Baru Kampus</strong></h5>
<p>Gerbang utama menjadi salah satu bagian yang pertama kali terlihat oleh masyarakat maupun mahasiswa ketika memasuki kawasan UHO. Karena itu, perubahan tampilannya turut memberikan kesan baru terhadap kawasan kampus.</p>
<p>Seorang mahasiswa UHO, Nanda, menilai tampilan gerbang yang baru membuat kawasan pintu masuk kampus terlihat lebih menarik.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat malam hari sekarang memang terlihat lebih bagus dan modern. Semoga setelah selesai nanti penataannya semakin rapi dan fasilitas di sekitar gerbang juga bisa dimanfaatkan dengan baik,&#8221; ujar mahasiswi Fkip ini.</p>
<p>Dengan proses penataan yang masih berjalan, tampilan gerbang utama UHO diperkirakan akan semakin terlihat setelah seluruh pekerjaan dan elemen pendukung di kawasan tersebut rampung.</p>
<p>Proyek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UHO memperbarui tampilan kawasan depan kampus agar lebih tertata dan representatif. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Kendari Dorong Penguatan Cadangan Pangan untuk Stabilkan Harga</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/dprd-kendari-dorong-penguatan-cadangan-pangan-untuk-stabilkan-harga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 10:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5706</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Kota Kendari menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan Kota Kendari Tahun 2026. Dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari tersebut, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Kendari, Jabar Aljufri, hadir sebagai salah satu narasumber utama. Rakor tersebut turut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Kota Kendari menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan Kota Kendari Tahun 2026.</p>
<p>Dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari tersebut, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Kendari, Jabar Aljufri, hadir sebagai salah satu narasumber utama.</p>
<p>Rakor tersebut turut dihadiri Wali Kota Kendari Hj. Siska Karina Imran, Kejaksaan Negeri Kendari, Kepolisian Resor Kendari, Dinas Ketahanan Pangan, serta sejumlah distributor pangan.</p>
<p>Pertemuan itu membahas sejumlah langkah yang dapat dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.</p>
<p>Jabar mengatakan DPRD Kota Kendari memiliki komitmen untuk mengawal stabilitas harga pangan melalui pelaksanaan tiga fungsi konstitusional DPRD, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.</p>
<p>Dalam fungsi legislasi, DPRD bersama Pemerintah Kota Kendari telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.</p>
<p>&#8220;DPRD bersama Pemerintah Kota telah menetapkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah. Regulasi ini memberikan kepastian hukum dalam mengantisipasi krisis pangan, gejolak harga, serta keadaan darurat lainnya.&#8221;</p>
<p>Melalui regulasi tersebut, DPRD mendorong pengadaan sejumlah pangan pokok strategis yang bersumber dari produksi lokal. Selain itu, kolaborasi dengan BUMD dan BUMN juga didorong untuk mendukung ketersediaan fasilitas pergudangan.</p>
<p>Upaya memperkuat ketahanan pangan juga diarahkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat sehingga dapat mendukung kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.</p>
<p>Sementara dari sisi anggaran, DPRD memastikan dukungan APBD diarahkan pada program-program yang dinilai mampu menjaga pasokan sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga.</p>
<p>&#8220;kami menganggarkan Cadangan Pangan Darurat, Gerakan Pangan Murah sebagai jaring pengaman harga, serta kerja sama antar daerah untuk pengamanan pasokan. Pada Dinas Pertanian, kami dukung penuh program Tabe Di (Tanam Cabe), Kendari Berkebun, dan pengembangan Urban Farming agar produksi pangan lokal meningkat dan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah berkurang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, penguatan produksi pangan dari dalam daerah menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.</p>
<p>Selain kebijakan cadangan pangan dan penganggaran program, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, distributor, serta masyarakat dinilai penting dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di Kota Kendari.</p>
<p>Rakor tersebut diharapkan menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret sehingga pengendalian harga pangan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi, terutama dalam menghadapi potensi gejolak harga dan gangguan pasokan.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Konaweha di Pohara Surut, Warga Ramai-ramai Berburu Pokea</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/sungai-konaweha-di-pohara-surut-warga-ramai-ramai-berburu-pokea/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 03:04:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5702</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE – Musim kemarau berdampak pada debit air Sungai Konaweha di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada Minggu (6/9/2026), debit air sungai terlihat menyusut cukup drastis. Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian Sungai Konaweha menjadi dangkal dan tepian sungai lebih mudah dijangkau warga. Surutnya air juga menyingkap endapan lumpur dan pasir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE</strong> – Musim <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kemarau">kemarau</a> berdampak pada debit air Sungai Konaweha di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/konawe">Konawe</a>, Sulawesi Tenggara (Sultra).</p>
<p>Pada Minggu (6/9/2026), debit air sungai terlihat menyusut cukup drastis. Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian Sungai Konaweha menjadi dangkal dan tepian sungai lebih mudah dijangkau warga.</p>
<p>Surutnya air juga menyingkap endapan lumpur dan pasir di sejumlah titik yang selama ini terendam. Area tersebut diketahui menjadi habitat pokea, kerang air tawar yang cukup familiar bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Kondisi Sungai Konaweha yang surut kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk turun langsung mencari pokea. Warga tampak menyusuri bagian sungai yang dangkal untuk mendapatkan kerang air tawar tersebut.</p>
<p>Pokea sendiri menjadi salah satu hasil sungai yang banyak dimanfaatkan masyarakat, baik untuk dikonsumsi maupun dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.</p>
<p>Menyusutnya debit Sungai Konaweha terjadi seiring kondisi musim kemarau. Ketika volume air berkurang, sejumlah titik yang biasanya terendam menjadi lebih mudah diakses sehingga warga dapat mencari pokea langsung di habitatnya.</p>
<p>Aktivitas berburu pokea saat air Sungai Konaweha surut pun menjadi pemandangan tersendiri di kawasan Pohara. Warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengumpulkan pokea sebelum debit air sungai kembali meningkat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penampakan Buaya di Laut Kadatua Busel Viral, Warga Sebut Tak Pernah Melihat Sebelumnya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/penampakan-buaya-di-laut-kadatua-busel-viral-warga-sebut-tak-pernah-melihat-sebelumnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 07:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5699</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, BUTON SELATAN – Warga pesisir di Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat terkejut dengan penampakan seekor reptil berukuran cukup besar yang diduga merupakan buaya di perairan laut sekitar wilayah tersebut. Kemunculan hewan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya bukan berada di sungai, rawa, atau kawasan perairan darat lainnya, melainkan terlihat berenang di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, BUTON SELATAN</strong> – Warga pesisir di Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat terkejut dengan penampakan seekor reptil berukuran cukup besar yang diduga merupakan buaya di perairan laut sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>Kemunculan hewan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya bukan berada di sungai, rawa, atau kawasan perairan darat lainnya, melainkan terlihat berenang di laut sekitar Desa Kaofe, Kecamatan Kadatua.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, momen penampakan reptil tersebut direkam oleh akun Facebook Buton Spearo dan kemudian diunggah ke media sosial pada Rabu (2/9/2026).</p>
<p>Dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> yang beredar, tampak seekor reptil berukuran cukup besar bergerak di permukaan air. Bentuk tubuh hewan tersebut terlihat muncul di antara permukaan laut saat berenang.</p>
<p>Video itu kemudian menarik perhatian pengguna media sosial, terutama karena masyarakat setempat disebut tidak lazim menemukan buaya di perairan laut sekitar Kadatua.</p>
<p>Pemilik akun yang mengunggah video tersebut bahkan mengaku sebelumnya juga meragukan keberadaan buaya di wilayah tersebut. Namun, setelah melihat langsung penampakan hewan yang diduga buaya itu, ia menyampaikan pengalamannya melalui unggahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Mungkin Masi ada yg belum percaya ,karna memang di kadatua mustahil ada buaya, saya juga awalnya bgitu TDK percaya , tapi sekarang saya sudah liat sendiri&#8221;, tulisnya dalam unggahan tersebut.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penampakan reptil tersebut maupun hasil identifikasi terhadap hewan yang terekam dalam video.</p>
<p>Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan dari pemerintah daerah, pihak berwenang, maupun instansi yang memiliki kompetensi untuk mengidentifikasi satwa tersebut. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Tulis Pesan Haru Setelah Dua Dekade</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/lionel-messi-resmi-pensiun-dari-timnas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 05:43:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5695</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM &#8211; Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanannya bersama Timnas Argentina. Megabintang berusia 39 tahun itu mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola internasional melalui unggahan di akun media sosialnya pada Senin (31/8/2026). Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang Messi bersama Argentina yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Ia melakukan debut bersama tim senior pada 2005 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> &#8211; Lionel <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/messi">Messi</a> resmi mengakhiri perjalanannya bersama Timnas Argentina. Megabintang berusia 39 tahun itu mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola internasional melalui unggahan di akun media sosialnya pada Senin (31/8/2026).</p>
<p>Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang Messi bersama Argentina yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Ia melakukan debut bersama tim senior pada 2005 dan kemudian menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina.</p>
<p>Pengumuman <a href="https://www.instagram.com/leomessi/" rel="noopener">Messi</a> disampaikan sekitar satu bulan lebih setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Dalam unggahannya, Messi menampilkan tulisan tangan berisi pesan emosional mengenai keputusannya meninggalkan tim nasional.</p>
<p>Selama berseragam Argentina, Messi mencatat 207 penampilan dan 125 gol, menjadikannya pemegang rekor penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional tersebut.</p>
<p>Ia juga menjadi bagian penting dari kesuksesan Argentina meraih Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Pada Piala Dunia 2026, Messi kembali membawa Argentina hingga partai final sebelum harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up.</p>
<h5><strong>Messi: Waktunya Telah Tiba</strong></h5>
<p>Dalam pesan yang diunggahnya, Messi mengaku keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Ia menyebut dirinya telah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk tim nasional.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5696" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/09/tulisan_messi.webp" alt="Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Tulis Pesan Haru Setelah Dua Dekade" width="715" height="894" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/09/tulisan_messi.webp 715w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/09/tulisan_messi-240x300.webp 240w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/09/tulisan_messi-336x420.webp 336w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /></p>
<p>“Setelah sekian lama waktu berlalu sejak final, dan setelah mempertimbangkannya dengan matang, aku ingin memberi tahu semua orang bahwa aku pensiun dari tim nasional Argentina&#8230;”</p>
<p>Messi menyadari keputusan tersebut terasa menyakitkan. Namun, ia menilai waktunya telah tiba untuk memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya.</p>
<p>“Ini adalah keputusan yang menyakitkan &#8212; dan masih terasa menyakitkan hingga kini &#8212; tapi aku sadar bahwa waktunya telah tiba. Aku bersumpah kepada kalian bahwa aku selalu memberikan yang terbaik &#8212; bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kita memenangkan segalanya, tapi juga sebelum itu; aku selalu berjuang dan memberikan segalanya di lapangan untuk seragam ini, untuk membawakan kegembiraan dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepakbola.&#8221;</p>
<p>Ia kemudian menyinggung semakin dekatnya akhir sebuah perjalanan dan munculnya pemain-pemain muda yang dinilai layak mendapatkan kesempatan di tim nasional.</p>
<p>“Waktu semakin singkat, bab-bab akan segera berakhir, dan ini adalah salah satu bab yang sangat menyakitkan bagiku. Aku mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai jadi bagian dari tim nasional. Aku telah memberikan semua yang kumiliki; aku tak punya apa pun lagi untuk diberikan, dan lagipula, ada beberapa pemain muda hebat yang pantas berada di sini.”</p>
<h5><strong>Terima Kasih untuk Fans Argentina</strong></h5>
<p>Messi juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang telah menemani perjalanan panjangnya bersama Argentina.</p>
<p>“Terima kasih atas semua kasih sayang selama 20 tahun terakhir ini. Aku akan sangat merindukan suara kalian dari lapangan. Sekarang aku hanya akan jadi salah satu dari kalian, bersorak dan mendukung dari luar (melewati masa-masa baik dan buruk &#8212; terutama masa-masa buruk).”</p>
<p>Selain para penggemar, Messi tidak lupa memberikan penghormatan kepada keluarga, pelatih, rekan satu tim, dan seluruh pihak yang pernah bekerja bersamanya selama membela Argentina.</p>
<p>“Terima kasih kepada keluargaku karena selalu ada, karena menemaniku di dalam perjalanan ini &#8212; begitu indah, juga begitu sulit. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan satu tim, dan ofisial yang telah berbagi jalan ini denganku. Aku membawa serta kenangan dan momen yang tak terlupakan.”</p>
<p>Ia mengatakan meninggalkan tim nasional dengan perasaan bangga atas apa yang telah dicapai bersama Argentina.</p>
<p>“Aku pergi dengan ketenangan pikiran dan kebanggaan karena telah memberikan kalian-bersama rekan-rekan setimku-momen-momen yang dulu hanya kita impikan. Sungguh pengalaman luar biasa menjalani ini bersama kalian semua. Aku sayang kalian!”</p>
<p>Di bagian akhir pesannya, Messi kembali menegaskan kecintaannya terhadap negara yang telah dibelanya selama lebih dari 20 tahun.</p>
<p>“Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan aku orang Argentina.”</p>
<p>“Jayalah Argentina!”</p>
<h5><strong>Keputusan Messi Makin Bulat Setelah Sang Ayah Meninggal</strong></h5>
<p>Salah satu bagian yang paling emosional dari pengumuman tersebut terdapat pada catatan kaki yang ditulis Messi di akhir pesannya.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya surat tersebut telah ditulis pada 21 Juli 2026, dua hari setelah Argentina kalah di final Piala Dunia dari Spanyol.</p>
<p>Namun, meninggalnya sang ayah, Jorge Messi, pada 8 Agustus 2026 kemudian membuat keputusan tersebut semakin kuat.</p>
<p>&#8220;Aku menulis kata-kata ini pada tanggal 21 Juli, dua hari setelah final. Hari ini, setelah apa yang terjadi pada ayahku, aku bahkan lebih yakin dari sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Keterangan tersebut menunjukkan bahwa keputusan Messi bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ia telah mempertimbangkannya sejak kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026, kemudian memilih mengumumkannya setelah melalui masa berduka atas kepergian sang ayah.</p>
<p>Meski pensiun dari tim nasional, keputusan tersebut tidak berarti Messi mengakhiri karier sepak bola profesionalnya secara keseluruhan. Ia masih melanjutkan karier klubnya bersama Inter Miami.</p>
<p>Dengan berakhirnya perjalanan Messi bersama Argentina, sepak bola dunia kini memasuki babak baru tanpa salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah tim nasional tersebut. Warisan Messi bersama Albiceleste akan selalu lekat dengan perjalanan panjang dari berbagai kegagalan hingga akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia 2022 dan dua gelar Copa America.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen, Gubernur Sampaikan Rancangan Perubahan Anggaran 2026</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/ekonomi-sultra-tumbuh-623-persen-gubernur-sampaikan-rancangan-perubahan-anggaran-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:02:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5692</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyerahkan dokumen Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Sultra. Penyerahan dokumen tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra di Ruang Paripurna Gedung A Sekretariat DPRD Sultra, Rabu (26/8/2026) malam. Dokumen tersebut diserahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Gubernur Sulawesi Tenggara (<a href="https://www.lensatenggara.com/tag/pemprov-sultra">Sultra</a>), Andi Sumangerukka, menyerahkan dokumen Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Sultra.</p>
<p>Penyerahan dokumen tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra di Ruang Paripurna Gedung A Sekretariat DPRD Sultra, Rabu (26/8/2026) malam.</p>
<p>Dokumen tersebut diserahkan langsung Gubernur Sultra kepada Ketua DPRD Sultra sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Dalam penyampaiannya, Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa perubahan KUA-PPAS diperlukan untuk menyesuaikan arah kebijakan pembangunan daerah dengan perkembangan kondisi ekonomi dan perubahan asumsi pendapatan, belanja, serta pembiayaan daerah.</p>
<p>Menurutnya, penyusunan perubahan anggaran tersebut tetap mengacu pada tema RKPD Perubahan Provinsi Sultra Tahun 2026, yakni “Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat.”</p>
<h5><strong>Pendapatan Daerah Naik Jadi Rp4,268 Triliun</strong></h5>
<p>Salah satu poin utama yang disampaikan Gubernur adalah adanya perubahan pada struktur pendapatan daerah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, pendapatan daerah Sultra yang sebelumnya ditargetkan sekitar Rp4,060 triliun direncanakan meningkat menjadi Rp4,268 triliun.</p>
<p>Dengan demikian, terjadi penambahan sekitar Rp207,579 miliar atau 5,11 persen.</p>
<p>Peningkatan tersebut antara lain berasal dari Pajak Rokok Tahun 2025 yang baru ditransfer pada 2026 sebesar Rp153,359 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp20 miliar, serta tambahan Dana Bagi Hasil sumber daya alam mineral sebesar Rp49,696 miliar.</p>
<p>Selain itu, terdapat hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp2 miliar dan hibah dari Jasa Raharja sebesar Rp579 juta.</p>
<h5><strong>Belanja Daerah Bertambah Rp373 Miliar</strong></h5>
<p>Di sisi belanja, anggaran daerah juga mengalami peningkatan. Belanja yang sebelumnya ditetapkan sekitar Rp4,075 triliun berubah menjadi Rp4,448 triliun.</p>
<p>Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp373,250 miliar atau sekitar 9,16 persen.</p>
<p>Gubernur menjelaskan perubahan belanja tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian pendapatan, penghematan kebutuhan belanja, serta pergeseran anggaran untuk membiayai sejumlah pekerjaan yang telah diselesaikan pada 2025.</p>
<p>Termasuk di dalamnya pembayaran utang retensi dan nonretensi Tahun 2025 yang telah melalui proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.</p>
<p>“Perubahan anggaran di Tahun 2026 diharapkan dapat fokus pada penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat kita,” kata Gubernur.</p>
<h5><strong>Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen</strong></h5>
<p>Dalam rapat tersebut, Andi Sumangerukka juga memaparkan perkembangan perekonomian Sulawesi Tenggara.</p>
<p>Berdasarkan data yang disampaikan, ekonomi Sultra pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,23 persen. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 20,14 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 16,95 persen.</p>
<p>Sementara struktur perekonomian Sultra masih banyak ditopang sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan, serta perdagangan.</p>
<p>Di sisi lain, persoalan inflasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Inflasi Sultra sempat berada di angka 5,41 persen pada Februari 2026, kemudian turun menjadi 2,98 persen pada April, sebelum kembali meningkat menjadi 4,68 persen pada Juni.</p>
<p>Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah pengendalian yang berkelanjutan, terutama melalui stabilisasi pasokan pangan, efisiensi distribusi, serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan Bank Indonesia.</p>
<h5><strong>Penerimaan Pembiayaan Naik Rp165,6 Miliar</strong></h5>
<p>Perubahan juga terjadi pada sisi pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan yang sebelumnya sebesar Rp69,731 miliar meningkat menjadi Rp235,402 miliar.</p>
<p>Kenaikannya mencapai Rp165,671 miliar, dengan sumber penerimaan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun sebelumnya.</p>
<p>Sementara itu, pengeluaran pembiayaan tetap berada di angka Rp54,790 miliar yang digunakan untuk pembayaran pokok utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).</p>
<h5><strong>Fokus Pembangunan pada Kebutuhan Dasar</strong></h5>
<p>Gubernur menegaskan bahwa perubahan kebijakan anggaran tersebut diarahkan untuk mempertajam pencapaian target pembangunan nasional di Sulawesi Tenggara sekaligus menyelesaikan sejumlah prioritas dalam RPJMD Tahun 2026.</p>
<p>Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agromaritim.</p>
<p>Andi Sumangerukka juga meminta DPRD Sultra melakukan pendalaman terhadap substansi perubahan KUA-PPAS agar proses pembahasan dapat menghasilkan kesepakatan antara pemerintah provinsi dan DPRD.</p>
<p>Ia menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh perangkat daerah untuk mengikuti pembahasan dengan cermat dan bertanggung jawab, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan dalam APBD Perubahan relatif terbatas.</p>
<p>Kepada seluruh perangkat daerah, Gubernur juga meminta pembenahan sistem pelaporan keuangan serta peningkatan daya serap anggaran. Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan program tidak menumpuk menjelang akhir tahun.</p>
<p>Menurutnya, perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang lebih baik akan membantu meningkatkan efisiensi serta efektivitas penggunaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Mari kita terus bersinergi dalam mendorong percepatan pembangunan daerah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera dan religius,” ujarnya.</p>
<p>Menutup penyampaiannya, Andi Sumangerukka menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dalam proses pembahasan perubahan anggaran. Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan secara konstruktif sehingga kebijakan anggaran yang dihasilkan benar-benar mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TNI, ANTAM dan Pemkab Konut Bersinergi Bangun Jembatan Perintis Garuda</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/tni-antam-dan-pemkab-konut-bersinergi-bangun-jembatan-perintis-garuda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 07:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Antam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5683</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA – Masyarakat Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, menyambut antusias peresmian Jembatan Perintis Garuda yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026). Jembatan sepanjang 47 meter tersebut kini menjadi penghubung penting bagi masyarakat setempat. Kehadirannya diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses terhadap berbagai pelayanan publik. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA</strong> – Masyarakat Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/konawe-utara">Konawe Utara</a> (Konut), Sulawesi Tenggara, menyambut antusias peresmian Jembatan Perintis Garuda yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026).</p>
<p>Jembatan sepanjang 47 meter tersebut kini menjadi penghubung penting bagi masyarakat setempat. Kehadirannya diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses terhadap berbagai pelayanan publik.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), PT <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/antam">ANTAM</a> (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, serta masyarakat setempat.</p>
<p>Peresmian jembatan dilakukan oleh Kepala Staf Teritorial (Kaster) Panglima TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TNI-Polri, manajemen PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Jembatan Perintis Garuda di Desa Ulu Sawa merupakan satu dari dua jembatan yang dibangun melalui program kolaborasi tersebut di Konawe Utara.</p>
<p>Jembatan lainnya berada di Desa Banggina dengan bentangan mencapai 50 meter.</p>
<h5><strong>TNI: Jembatan Buka Akses dan Harapan</strong></h5>
<p>Dalam sambutannya, Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses dan peluang baru bagi masyarakat di wilayah tersebut.</p>
<p>“Jembatan terbangun, akses terbuka, harapan tumbuh, TNI hadir untuk rakyat.”</p>
<p>Bagi masyarakat Ulu Sawa, keberadaan jembatan tersebut kini memangkas berbagai hambatan dalam mobilitas sehari-hari. Akses menuju sekolah, fasilitas pelayanan publik, maupun jalur aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih mudah.</p>
<h5><strong>ANTAM Dorong Kolaborasi dengan Masyarakat</strong></h5>
<p>General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, Eko Aditya, S.T., turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5684" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/08/jembatanpernintis1.webp" alt="TNI, ANTAM dan Pemkab Konut Bersinergi Bangun Jembatan Perintis Garuda" width="715" height="400" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/08/jembatanpernintis1.webp 715w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/08/jembatanpernintis1-300x168.webp 300w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /></p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberadaan ANTAM di Konawe Utara tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat sekitar.</p>
<p>“Bagi ANTAM, Konawe Utara bukan sekadar lokasi operasional tambang, melainkan bagian penting dari keberadaan perusahaan. Oleh karena itu, fokus kami adalah berjalan berdampingan dengan masyarakat serta berupaya memberikan nilai tambah bagi daerah. Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, ANTAM, dan masyarakat yang terjalin hari ini menjadi pondasi penting untuk terus dijaga.”</p>
<p>Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Konawe Utara.</p>
<h5><strong>Bupati Konut Apresiasi Pembangunan Jembatan</strong></h5>
<p>Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>Ia berharap jembatan yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin, serta PT ANTAM yang telah hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pembangunan jembatan ini,” ujar Ikbar.</p>
<p>Dari sisi masyarakat, pembangunan jembatan tersebut juga disambut dengan rasa syukur. Salah seorang warga sekitar, Misbah, mengatakan akses baru tersebut sangat membantu aktivitas warga sehari-hari.</p>
<p>“Kami berterima kasih kepada TNI dan PT ANTAM, karena sekarang masyarakat punya akses yang lebih mudah. Jembatan ini sangat membantu kami dalam beraktivitas sehari-hari, terutama untuk pergi ke sekolah dan menyeberang. Kami berharap jembatan ini bisa awet dan tahan lama,” ungkap Misbah.</p>
<h5><strong>Diramaikan Penyambutan Pelajar dan Tari Tradisional</strong></h5>
<p>Suasana peresmian semakin semarak dengan kehadiran murid-murid sekolah dasar yang ikut menyambut Kaster TNI. Kehadiran para pelajar tersebut sekaligus menggambarkan salah satu manfaat penting dari pembangunan jembatan, yakni semakin terbukanya akses masyarakat menuju dunia pendidikan.</p>
<p>Selain itu, nuansa budaya lokal turut mewarnai kegiatan melalui penampilan tari selamat datang dari Sanggar Kesenian Konawe Utara.</p>
<p>Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat di sejumlah desa di Konawe Utara.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program kolaborasi, sehingga kehadiran TNI, ANTAM, pemerintah daerah, dan masyarakat tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat sosial secara langsung.</p>
<p>Dengan berdirinya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat Ulu Sawa kini memiliki akses yang diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari, memperlancar mobilitas, serta membuka peluang lebih besar di bidang ekonomi dan pendidikan.</p>
<p>Lebih dari sekadar penghubung antarwilayah, jembatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari tumbuhnya kesempatan baru bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, bergerak, dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kadia dan Wua-Wua Keluhkan Banjir hingga Harga LPG 3 Kg kepada Wali Kota Kendari</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/warga-kadia-dan-wua-wua-keluhkan-banjir-hingga-harga-lpg-3-kg-kepada-wali-kota-kendari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 07:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5687</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan langsung kepada Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam kegiatan Wali Kota Kendari bersama Forkopimda Menyapa yang berlangsung di kawasan Kali Kadia, Senin (24/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga Kecamatan Kadia dan Wua-Wua menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari persoalan banjir, lampu penerangan jalan, infrastruktur, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan langsung kepada Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam kegiatan Wali Kota Kendari bersama Forkopimda Menyapa yang berlangsung di kawasan Kali Kadia, Senin (24/8/2026).</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, warga Kecamatan Kadia dan Wua-Wua menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari persoalan banjir, lampu penerangan jalan, infrastruktur, hingga harga LPG 3 kilogram yang dinilai masih tinggi.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan di lingkungan mereka tanpa harus melalui proses penyampaian aspirasi secara berjenjang.</p>
<p>Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan kegiatan tersebut sengaja melibatkan berbagai unsur pemerintahan agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat langsung diketahui dan dicarikan solusi bersama.</p>
<p>Sejumlah pihak yang hadir antara lain Wakil Wali Kota Kendari, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p>Menurut Siska, kehadiran seluruh unsur tersebut membuat pemerintah dapat mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.</p>
<p>“Tidak ada lagi yang harus kita salahkan nantinya. Kalau mungkin di reses hanya anggota DPR, masih harus mengoordinasikan dengan Wali Kota. Tetapi kalau hari ini kita lengkap semua hadir,” kata Wali Kota Siska.</p>
<p><strong>Banjir dan Drainase Jadi Keluhan Warga</strong></p>
<p>Salah satu persoalan yang cukup banyak disampaikan masyarakat adalah banjir dan genangan air.</p>
<p>Warga mengeluhkan genangan yang kerap terjadi di sekitar SMPN 9 Kendari dan kawasan Mataiwoi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan terhadap sistem drainase, termasuk pengerukan menggunakan alat berat untuk mengurangi potensi penyumbatan dan genangan.</p>
<p>Selain persoalan drainase, warga juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan yang berada di atas atau sekitar aliran kali. Keberadaan bangunan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran aliran air ketika hujan turun.</p>
<p>Aspirasi mengenai perbaikan jalan dan drainase di sejumlah titik juga turut disampaikan kepada pemerintah daerah.</p>
<p><strong>Lampu Jalan Mati hingga Harga LPG 3 Kg</strong></p>
<p>Persoalan penerangan jalan turut menjadi perhatian warga dalam pertemuan tersebut.</p>
<p>Masyarakat melaporkan sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Wua-Wua, dan beberapa kawasan lainnya sudah tidak berfungsi.</p>
<p>Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sehingga penerangan di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama dapat kembali berfungsi secara optimal.</p>
<p>Selain infrastruktur, harga LPG 3 kilogram juga menjadi salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat. Warga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi harga LPG bersubsidi tersebut agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p><strong>Warga Anaiwoi Sampaikan Sejumlah Aspirasi</strong></p>
<p>Sementara itu, masyarakat Kelurahan Anaiwoi turut menyampaikan beberapa usulan kepada Pemerintah Kota Kendari.</p>
<p>Aspirasi tersebut antara lain berkaitan dengan penataan taman di sekitar jalur dua, pengaspalan jalan, serta persoalan keterlambatan pembayaran honor RT dan RW.</p>
<p>Berbagai keluhan yang disampaikan tersebut menjadi bahan bagi Pemkot Kendari untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan langkah penanganan melalui OPD terkait.</p>
<p>Melalui kegiatan Wali Kota Menyapa, pemerintah berharap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diketahui secara langsung sehingga koordinasi penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat.</p>
<p>Kehadiran jajaran Forkopimda, DPRD, dan kepala OPD dalam forum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Kendari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apel Renungan Suci HUT RI ke-81 Digelar di TMP Watubangga Kendari</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/apel-renungan-suci-hut-ri-ke-81-digelar-di-tmp-watubangga-kendari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 06:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5676</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, tepat pada Senin (17/8/2026) pukul 00.00 WITA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum untuk mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Gubernur Sulawesi Tenggara (<a href="https://www.lensatenggara.com/tag/sultra">Sultra</a>), Andi Sumangerukka, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, tepat pada Senin (17/8/2026) pukul 00.00 WITA.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus momentum untuk mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.</p>
<p>Suasana khidmat terasa sepanjang prosesi yang berlangsung di TMP Watubangga. Para peserta mengikuti rangkaian penghormatan kepada arwah para pahlawan dengan penuh keheningan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pendahulu bangsa.</p>
<p>Komandan Korem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Rangkaian kegiatan diawali laporan Komandan Upacara dan penghormatan kepada arwah para pahlawan.</p>
<p>Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, mengheningkan cipta, pembacaan doa, serta penghormatan kembali kepada arwah para pahlawan.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Pj. Sekda Sultra Drs. Muhammad Fadlansyah, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, Danlanud Halu Oleo Kendari Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, jajaran Forkopimda Sultra, serta personel gabungan TNI, Polri dan ASN.</p>
<h5><strong>Makna Renungan Suci di Tengah Malam</strong></h5>
<p>Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan renungan pada tengah malam memiliki makna khusus. Waktu tersebut menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk sejenak berhenti dan merefleksikan kembali perjalanan panjang perjuangan bangsa hingga Indonesia mencapai usia kemerdekaan ke-81 tahun.</p>
<p>“Renungan suci dilaksanakan malam hari sekaligus untuk memberikan dampak psikologis, karena malam itu kita merenungkan, merefleksi tentang 81 tahun yang lalu, di mana pendahulu kita merebut kemerdekaan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi bangsa.</p>
<p>“Kita sekarang mengisi kemerdekaan dengan karya-karya yang ada,” katanya.</p>
<h5><strong>81 Makam Pahlawan di TMP Watubangga</strong></h5>
<p>TMP Watubangga menjadi tempat peristirahatan bagi 81 pahlawan, yang terdiri atas 68 pejuang angkatan bersenjata dan 13 pejuang rakyat.</p>
<p>Jumlah tersebut memiliki makna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini. Pada penghujung apel, lilin dinyalakan di atas setiap pusara sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan.</p>
<p>Nyala lilin tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap bangsa yang diwariskan para pahlawan harus terus dijaga oleh generasi penerus.</p>
<p>Melalui Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra bersama jajaran Forkopimda mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneruskan perjuangan mereka melalui pembangunan, pengabdian, dan karya nyata bagi daerah maupun Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1.943 Warga Binaan di Sultra Terima Remisi HUT RI ke-81, 18 Langsung Bebas</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/1-943-warga-binaan-di-sultra-terima-remisi-hut-ri-ke-81-18-langsung-bebas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5679</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sulawesi Tenggara menerima Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, dalam upacara yang berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Senin (17/8/2026). Dari total penerima, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sulawesi Tenggara menerima Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana dalam rangka memperingati <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/hut-ri">HUT</a> ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, dalam upacara yang berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Senin (17/8/2026).</p>
<p>Dari total penerima, sebanyak 1.909 narapidana mendapatkan Remisi Umum I. Sementara 17 narapidana menerima Remisi Umum II yang membuat mereka langsung bebas.</p>
<p>Untuk kategori Anak Binaan, sebanyak 16 orang memperoleh Pengurangan Masa Pidana Umum I dan satu Anak Binaan mendapatkan Pengurangan Masa Pidana Umum II atau langsung bebas.</p>
<p>Dengan demikian, terdapat 18 warga binaan yang langsung bebas setelah memperoleh pengurangan masa pidana dalam momentum peringatan Kemerdekaan RI tahun ini.</p>
<p>Lapas Kendari Terbanyak Terima Remisi</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, penerima remisi tersebar di delapan satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tenggara.</p>
<p>Lapas Kelas IIA Kendari menjadi satuan kerja dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 759 orang. Selanjutnya Lapas Kelas IIA Baubau sebanyak 254 orang, Rutan Kelas IIB Unaaha 228 orang, Rutan Kelas IIA Kendari 198 orang, dan Rutan Kelas IIB Kolaka juga 198 orang.</p>
<p>Berikutnya, Rutan Kelas IIB Raha mencatat 154 penerima, Lapas Perempuan Kelas III Kendari sebanyak 100 orang, serta LPKA Kelas II Kendari sebanyak 52 orang.</p>
<p>Selain Remisi Umum, terdapat pula 21 narapidana yang memperoleh Remisi Tambahan kategori pemuka. Remisi tersebut diberikan kepada warga binaan yang dinilai memenuhi persyaratan dan aktif membantu pelaksanaan kegiatan pembinaan di satuan kerja pemasyarakatan.</p>
<h5><strong>Remisi Jadi Bentuk Apresiasi atas Pembinaan</strong></h5>
<p>Dalam upacara tersebut, Gubernur Sultra juga membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto.</p>
<p>Dalam amanatnya, Menteri Imipas menekankan bahwa peringatan Kemerdekaan RI merupakan momentum untuk menghayati kembali nilai perjuangan bangsa sekaligus menerapkannya melalui pengabdian.</p>
<p>Nilai tersebut, kata dia, juga harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan melalui penegakan hukum yang berkeadilan, pelayanan publik yang humanis, serta pembinaan warga binaan dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.</p>
<p>Jajaran pemasyarakatan juga diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Andi Sumangerukka mengatakan pemberian remisi bukan semata-mata pengurangan masa hukuman. Menurutnya, remisi merupakan bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku dan mengikuti proses pembinaan dengan baik.</p>
<p>“Remisi ini merupakan bentuk penghargaan kepada warga binaan yang telah mengikuti proses pembinaan dengan baik. Saya berharap pemberian remisi ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, mengikuti pembinaan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ujar Andi Sumangerukka.</p>
<p>Khusus bagi warga binaan yang memperoleh kebebasan langsung, Gubernur berpesan agar kesempatan tersebut digunakan untuk membangun kembali kehidupan bersama keluarga serta tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.</p>
<p>“Gunakan kebebasan ini sebaik-baiknya. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Bangun kembali kehidupan bersama keluarga dan jadilah warga yang taat hukum serta bermanfaat bagi lingkungan,” pesannya.</p>
<p>Upacara pemberian remisi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sultra, pimpinan instansi vertikal, Pj. Sekretaris Daerah Sultra, serta sejumlah pejabat terkait.</p>
<p>Pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini diharapkan tidak hanya menjadi penghargaan bagi warga binaan yang telah mengikuti pembinaan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
