Jumat, Maret 6, 2026
Baner iklan ramadan 2026
Beranda Metro Kendari Gerakan Pangan Murah Digelar di Kendari, Pemprov Sultra Antisipasi Lonjakan Harga Jelang...

Gerakan Pangan Murah Digelar di Kendari, Pemprov Sultra Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idulfitri

4
Gerakan Pangan Murah Digelar di Kendari, Pemprov Sultra Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idulfitri
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir Eks-MTQ Kendari, Rabu (4/3/2026). (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir Eks-MTQ Kendari, Rabu (4/3/2026), sebagai langkah mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Grand Opening Ramadan Sultra Fest sekaligus peluncuran layanan digital Anoa Link. Ramadan Sultra Fest sendiri telah dimulai sejak soft opening pada 21 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menjelaskan bahwa setiap memasuki bulan Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan biasanya meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi sejak awal.

“Oleh karena itu, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret dan strategis dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta melindungi daya beli masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA :  7.800 Kuota Disiapkan, Pemprov Sultra Jamin Mudik Aman dan Terjangkau

Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga pangan, sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut Gubernur juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan pusat perdagangan di Kota Kendari. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta memantau langsung kondisi harga kebutuhan pokok di lapangan selama bulan Ramadan.

Menurutnya, kestabilan harga pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan stabilitas harga tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

“Upaya ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, perbankan, pelaku usaha, distributor, maupun masyarakat, untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan Anoa Link, sebuah inovasi layanan digital dari Bank Sultra yang bertujuan memperluas akses transaksi keuangan serta mendorong peningkatan inklusi keuangan di daerah.

BACA JUGA :  Safari Ramadan di Kampung Salo, Wawali Kendari Tekankan Kebersihan dan Perangi Narkoba

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut pemerintah provinsi juga menyalurkan sejumlah bantuan dan dukungan kepada masyarakat. Di antaranya pemberian beasiswa kepada 50 siswa madrasah berprestasi dengan total nilai Rp100 juta, santunan bagi 50 hafiz Al-Qur’an, serta penyerahan sertifikat halal kepada 114 pelaku UMKM dan juru sembelih hewan dari rumah potong hewan.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal, mendukung perkembangan ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing usaha lokal.

Melalui berbagai program tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka berharap komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat dapat terus memperkuat pembangunan Sulawesi Tenggara menuju daerah yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius. (*)