<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Video Viral &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<atom:link href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<description>Media Online Sulawesi Tenggara (Sultra)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2026 04:53:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_lensatenggara-1-32x32.webp</url>
	<title>Video Viral &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Cinta Cici dari Wakatobi dan Muhammed dari Turki Berujung Pernikahan</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/kisah-cinta-cici-dari-wakatobi-dan-muhammed-dari-turki-berujung-pernikahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 04:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5822</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Kisah asmara lintas negara mempertemukan Cici Mey Hasnawati, perempuan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan Muhammed, pria asal Ankara, Turki. Setelah menjalin hubungan jarak jauh sejak 2025, keduanya akhirnya bertatap muka untuk pertama kalinya di Bandara Haluoleo, Kendari, Rabu (21/10/2026). Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi momen yang dinantikan Cici. Pertemuan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI </strong>– Kisah asmara lintas negara mempertemukan Cici Mey Hasnawati, perempuan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan Muhammed, pria asal Ankara, Turki. Setelah menjalin hubungan jarak jauh sejak 2025, keduanya akhirnya bertatap muka untuk pertama kalinya di Bandara Haluoleo, Kendari, Rabu (21/10/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi momen yang dinantikan Cici. Pertemuan tersebut berlangsung hangat ketika Cici menyambut pria yang selama ini menjalin hubungan dengannya melalui media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video </a>yang direkam salah seorang kerabat Cici, terlihat keduanya saling menyambut dan berpelukan. Keluarga serta kerabat yang hadir turut menyaksikan momen bahagia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan Cici dan Muhammed bermula dari komunikasi melalui Instagram pada Mei 2025. Percakapan yang awalnya berlangsung di dunia maya itu kemudian berkembang menjadi hubungan asmara meski keduanya tinggal di negara berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jarak geografis tidak menghentikan komunikasi mereka. Setelah menjalani hubungan jarak jauh selama lebih dari setahun, Muhammed memutuskan datang langsung ke Sulawesi Tenggara untuk menemui Cici.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici diketahui berasal dari wilayah Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Pertemuan di Bandara Haluoleo menjadi pengalaman pertama bagi keduanya untuk berjumpa secara langsung setelah selama ini berkomunikasi dari jarak jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici mengatakan, kedatangan Muhammed merupakan langkah serius dalam hubungan yang telah mereka bangun. Keduanya juga berencana melangsungkan pernikahan pada Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah pasangan beda negara ini pun menarik perhatian setelah momen pertemuan mereka direkam dan dibagikan melalui media sosial. Perjalanan hubungan yang bermula dari percakapan daring tersebut kini berlanjut ke tahap yang lebih serius, yakni mempersiapkan kehidupan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi babak baru bagi pasangan tersebut setelah melewati proses saling mengenal dan mempertahankan hubungan dari dua negara berbeda. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sakit Maag Kambuh Dini Hari, Wanita di Kendari Minta Bantuan Polisi Lewat Instagram</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/sakit-maag-kambuh-dini-hari-wanita-di-kendari-minta-bantuan-polisi-lewat-instagram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 03:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5764</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Seorang wanita di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta bantuan polisi setelah mengalami sakit maag yang kambuh saat dini hari. Karena tinggal sendirian di indekos dan tidak memiliki keluarga yang bisa dihubungi, ia mengirimkan pesan melalui Instagram kepada Tim Perintis Presisi Polda Sultra. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 02.00 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Seorang wanita di Kota <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kendari">Kendari</a>, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta bantuan polisi setelah mengalami sakit maag yang kambuh saat dini hari. Karena tinggal sendirian di indekos dan tidak memiliki keluarga yang bisa dihubungi, ia mengirimkan pesan melalui Instagram kepada Tim Perintis Presisi Polda Sultra.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di sebuah rumah kos di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.</p>
<p>Dantim Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa pesan permintaan bantuan itu diterima saat personel sedang melaksanakan patroli malam.</p>
<p>Awalnya, petugas sempat menduga laporan tersebut merupakan ulah seseorang yang ingin mengerjai mereka. Meski demikian, tim tetap memutuskan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi pelapor, terlebih jarak tempat kejadian cukup dekat.</p>
<p>Setibanya di indekos tersebut, petugas mendapati wanita itu dalam kondisi kesakitan. Tim kemudian memberikan obat sebagai penanganan awal.</p>
<p>Personel juga sempat menawarkan untuk membawa wanita tersebut ke rumah sakit. Namun, tawaran itu ditolak karena yang bersangkutan merasa akan membaik setelah mengonsumsi obat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekerja Tambang Nikel di Morombo Konut Tertimbun Longsor, 4 Masih Dicari</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/pekerja-tambang-nikel-di-morombo-konut-tertimbun-longsor-4-masih-dicari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 03:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5731</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA &#8211; Dua longsor dilaporkan terjadi di kawasan tambang nikel di Desa Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/9/2026) petang. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja tertimbun material longsor. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, empat pekerja masih dalam pencarian, sementara beberapa pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dari material longsoran. Detik-detik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA</strong> &#8211; Dua longsor dilaporkan terjadi di kawasan tambang nikel di Desa Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/9/2026) petang.</p>
<p>Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja tertimbun material longsor. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, empat pekerja masih dalam pencarian, sementara beberapa pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dari material longsoran.</p>
<p>Detik-detik sejumlah pekerja berupaya menggali material tanah untuk mencari rekan mereka yang tertimbun longsor juga terekam dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> yang diterima redaksi.</p>
<p>Informasi yang diperoleh menyebutkan, longsor terjadi sebanyak dua kali di kawasan pertambangan tersebut.</p>
<p>Pada longsor pertama, terdapat lima pekerja yang berada di lokasi. Salah seorang di antaranya, Pak Ade, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami syok.</p>
<p>&#8220;Longsor pertama saya berlima, operator, By Haki, Rian Sampel, dan Pak Ade.&#8221;jelas video yang diterima redaksi</p>
<p>Menurut keterangan dalam video tersebut, proses evakuasi terhadap Pak Ade berhasil dilakukan setelah material tanah menimbun area tempat mereka bekerja.</p>
<p>Tetapi longsor pertama itu masih bisa kita evakuasi pak ade.</p>
<p>&#8220;begitu cepat kejadiannya&#8221;. tambahnya</p>
<p>Situasi kembali berubah ketika longsor susulan terjadi. Material tanah kembali menerjang kawasan tempat sejumlah pekerja sedang berada dan menyebabkan beberapa orang tertimbun.</p>
<p>Longsor kedua tersebut menimbun lima orang pekerja.</p>
<p>&#8220;Di situmi Pak Feris, Wayan, Yoga, dan ini Brian masih ada di tempat itu.&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam kejadian kedua tersebut, salah seorang pekerja bernama Tajan disebut berhasil menyelamatkan diri meski sebagian tubuhnya sempat tertimbun material tanah.</p>
<p>Nah mereka lah di situ yang kena, yang selamat itu satu atas nama Tajan karena masih sempat dia kasih keluar kepalanya meskipun sebagian badannya sudah tertimbun tanah</p>
<p>Setelah berhasil keluar dari timbunan, pencarian terhadap pekerja lain yang masih tertimbun terus dilakukan oleh rekan-rekan mereka bersama warga.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap empat pekerja yang disebut masih tertimbun material longsor masih berlangsung.</p>
<p>Tim gabungan bersama masyarakat juga dilaporkan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.</p>
<p>Redaksi masih berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai identitas lengkap para pekerja yang masih dalam pencarian serta kondisi terkini proses evakuasi.**</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buaya Sekitar 7 Meter Ditangkap Warga di Sungai Ladongi Koltim</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/buaya-sekitar-7-meter-ditangkap-warga-di-sungai-ladongi-koltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 07:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaka Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5725</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KOLAKA TIMUR – Seekor buaya berukuran besar berhasil ditangkap warga di sekitar Sungai Ladongi Jaya, Desa Wunggoloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, Senin (21/9/2026) malam. Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat masyarakat sekitar resah. Buaya itu diketahui berada di kawasan sungai yang selama ini menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KOLAKA TIMUR</strong> – Seekor <a href="https://www.lensatenggara.com/penampakan-buaya-di-laut-kadatua-busel-viral-warga-sebut-tak-pernah-melihat-sebelumnya/">buaya</a> berukuran besar berhasil ditangkap warga di sekitar Sungai Ladongi Jaya, Desa Wunggoloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, Senin (21/9/2026) malam.</p>
<p>Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat masyarakat sekitar resah. Buaya itu diketahui berada di kawasan sungai yang selama ini menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai warga.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, buaya tersebut disebut memiliki panjang sekitar 7 meter. Ukurannya yang cukup besar membuat keberadaannya menjadi perhatian masyarakat setempat.</p>
<p>Peristiwa tersebut bermula ketika Karmuji (57) bersama anaknya, Ujang, berhasil melumpuhkan buaya menggunakan tali tambang.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga di sekitar lokasi. Setelah berhasil mengendalikan satwa tersebut, Karmuji kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang agar proses penanganan dapat dilakukan secara aman.</p>
<p>Laporan diterima piket Siaga Polsek Ladongi dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kolaka Timur sekitar pukul 20.00 WITA.</p>
<p>Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Ladongi kemudian menginstruksikan personelnya untuk mendatangi lokasi.</p>
<p>Sekitar pukul 21.30 WITA, personel piket Siaga Polsek Ladongi, AIPTU I G.K Susilo, bersama Kanit Intel AIPTU Agus Sumianto tiba di lokasi dan mendampingi tim Damkar dalam penanganan satwa tersebut.</p>
<p>Kehadiran petugas dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya ancaman terhadap masyarakat.</p>
<p>Sungai Ladongi selama ini menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian masyarakat karena adanya kemunculan buaya.</p>
<p>Informasi mengenai buaya yang berada di sekitar sungai disebut telah menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih terdapat riwayat kejadian yang berkaitan dengan konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut.</p>
<p>Karena itu, penangkapan buaya berukuran besar tersebut mendapat perhatian masyarakat setempat.</p>
<p>Polsek Ladongi bersama tim Damkar kemudian melakukan penanganan terhadap satwa tersebut setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p>Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai yang menjadi habitat atau lokasi kemunculan satwa liar.</p>
<p>Warga juga diimbau tidak melakukan penanganan sendiri apabila kembali menemukan buaya atau satwa liar berbahaya dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Penangkap Ular Digigit Piton Saat Evakuasi di Permandian Gua Buteng</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/detik-detik-penangkap-ular-digigit-piton-saat-evakuasi-di-permandian-gua-buteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 10:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5721</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, BUTON TENGAH – Proses evakuasi seekor ular piton berukuran besar di kawasan permandian gua di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung menegangkan. Momen tersebut menjadi perhatian warga pada Selasa (15/9/2026), setelah rekaman proses evakuasi ular beredar melalui media sosial Facebook. Dalam video yang beredar, proses penangkapan ular piton dilakukan secara bersama-sama. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, BUTON TENGAH</strong> – Proses evakuasi seekor ular piton berukuran besar di kawasan permandian gua di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung menegangkan.</p>
<p>Momen tersebut menjadi perhatian warga pada Selasa (15/9/2026), setelah rekaman proses evakuasi ular beredar melalui media sosial Facebook.</p>
<p>Dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> yang beredar, proses penangkapan ular piton dilakukan secara bersama-sama. Namun, situasi berubah menegangkan ketika warga yang terlibat dalam evakuasi disebut terkena gigitan ular tersebut.</p>
<p>Berdasarkan keterangan dalam unggahan Facebook yang membagikan video tersebut, ular piton ditemukan di kawasan permandian gua yang masih digunakan masyarakat.</p>
<p>Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, akun Facebook AL Ghi Rocer Beriman membagikan momen proses evakuasi ular piton tersebut.</p>
<p>Unggahan itu memperlihatkan proses warga saat berupaya menangkap ular yang disebut berukuran cukup besar dan berada di kawasan permandian gua yang masih digunakan masyarakat.</p>
<p>Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan:</p>
<p>&#8220;Detik detik pawang ular terkena gigitan ular piton..<br />
Di desa wakambangura sa.at mengevakuasi ular tersebut..<br />
Ular berada di permandian gua ko yg mana gua tersebut masih aktif di pergunakan masyarakat desa..<br />
Karna rasa kekawatiran dgn penampakan ular itu..<br />
Sehingga masyarakat desa bersama sama menangkap ular piton yg ukurannya bukan kaleng kaleng ituu..<br />
Alhamdulillah ular piton yg meresahkan warga itu berhasil di tangkap ..&#8221;</p>
<p>Dalam video tersebut, ular akhirnya berhasil diamankan setelah proses evakuasi dilakukan warga bersama pihak yang membantu menangani ular.</p>
<p>Unggahan video tersebut juga mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna media sosial.</p>
<p>Salah satu pengguna Facebook, Irman Lyzeru Lista, memberikan komentar mengenai perilaku ular piton ketika berada dalam posisi bergelantungan.</p>
<p>&#8220;ular piton paling berbahaya ketika bergelantungan seperti vidio bisa lansung gigit dan jaran geraknya jauh.&#8221;</p>
<p>Komentar tersebut menjadi salah satu tanggapan warganet terhadap video proses evakuasi ular.</p>
<p>Masyarakat yang menemukan ular berukuran besar di sekitar permukiman atau fasilitas yang digunakan warga diimbau tidak melakukan penanganan secara sembarangan dan sebaiknya meminta bantuan pihak yang memiliki kemampuan menangani satwa tersebut</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penampakan Buaya di Laut Kadatua Busel Viral, Warga Sebut Tak Pernah Melihat Sebelumnya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/penampakan-buaya-di-laut-kadatua-busel-viral-warga-sebut-tak-pernah-melihat-sebelumnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 07:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buton Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5699</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, BUTON SELATAN – Warga pesisir di Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat terkejut dengan penampakan seekor reptil berukuran cukup besar yang diduga merupakan buaya di perairan laut sekitar wilayah tersebut. Kemunculan hewan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya bukan berada di sungai, rawa, atau kawasan perairan darat lainnya, melainkan terlihat berenang di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, BUTON SELATAN</strong> – Warga pesisir di Pulau Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuat terkejut dengan penampakan seekor reptil berukuran cukup besar yang diduga merupakan buaya di perairan laut sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>Kemunculan hewan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya bukan berada di sungai, rawa, atau kawasan perairan darat lainnya, melainkan terlihat berenang di laut sekitar Desa Kaofe, Kecamatan Kadatua.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, momen penampakan reptil tersebut direkam oleh akun Facebook Buton Spearo dan kemudian diunggah ke media sosial pada Rabu (2/9/2026).</p>
<p>Dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> yang beredar, tampak seekor reptil berukuran cukup besar bergerak di permukaan air. Bentuk tubuh hewan tersebut terlihat muncul di antara permukaan laut saat berenang.</p>
<p>Video itu kemudian menarik perhatian pengguna media sosial, terutama karena masyarakat setempat disebut tidak lazim menemukan buaya di perairan laut sekitar Kadatua.</p>
<p>Pemilik akun yang mengunggah video tersebut bahkan mengaku sebelumnya juga meragukan keberadaan buaya di wilayah tersebut. Namun, setelah melihat langsung penampakan hewan yang diduga buaya itu, ia menyampaikan pengalamannya melalui unggahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Mungkin Masi ada yg belum percaya ,karna memang di kadatua mustahil ada buaya, saya juga awalnya bgitu TDK percaya , tapi sekarang saya sudah liat sendiri&#8221;, tulisnya dalam unggahan tersebut.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penampakan reptil tersebut maupun hasil identifikasi terhadap hewan yang terekam dalam video.</p>
<p>Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan dari pemerintah daerah, pihak berwenang, maupun instansi yang memiliki kompetensi untuk mengidentifikasi satwa tersebut. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengemudi Mobil Kabur usai Serempet Remaja di Perkantoran Pemkab Konsel</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/pengemudi-mobil-kabur-usai-serempet-remaja-di-perkantoran-pemkab-konsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 08:28:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5662</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN – Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun menjadi korban tabrak lari di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (6/8/2026) sore. Korban yang diketahui berinisial S mengalami sejumlah luka setelah diduga diserempet sebuah mobil saat berada di kawasan perkantoran tersebut. Usai kejadian, pengemudi kendaraan roda empat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN</strong> – Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun menjadi korban tabrak lari di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/konawe-selatan">Konawe Selatan</a> (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (6/8/2026) sore.</p>
<p>Korban yang diketahui berinisial S mengalami sejumlah luka setelah diduga diserempet sebuah mobil saat berada di kawasan perkantoran tersebut. Usai kejadian, pengemudi kendaraan roda empat itu langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang berada di area kompleks perkantoran Pemkab Konawe Selatan. Kendaraan yang menyerempet korban diduga langsung melaju meninggalkan lokasi sehingga identitas pengemudinya hingga kini belum diketahui.</p>
<p>Akibat kejadian itu, korban mengalami beberapa luka pada tubuhnya. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membantu korban setelah kecelakaan terjadi.</p>
<p>Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Aparat saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pengemudi yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian serta menelusuri keberadaan kendaraan yang diduga digunakan pelaku saat insiden berlangsung.</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena pengemudi diduga meninggalkan lokasi setelah kecelakaan tanpa memberikan bantuan kepada korban.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pelaku tabrak lari masih dalam pencarian pihak kepolisian. Sementara itu, kondisi korban dikabarkan telah mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai identitas kendaraan maupun pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut agar segera melaporkannya kepada aparat guna membantu proses penyelidikan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Penumpang KM Cahaya Fitrah Selamat, Basarnas Kendari Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Labengki</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/11-penumpang-km-cahaya-fitrah-selamat-basarnas-kendari-evakuasi-korban-kecelakaan-kapal-di-perairan-labengki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 09:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5628</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA – Suasana haru menyelimuti proses kepulangan kru dan anak buah kapal (ABK) KM Cahaya Fitrah setelah mereka berhasil diselamatkan dari kecelakaan kapal di perairan Pulau Labengki, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/7/2026). Tangis bahagia keluarga pecah saat para korban tiba dalam keadaan selamat. Kecelakaan tersebut melibatkan KM Cahaya Fitrah 03 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA</strong> – Suasana haru menyelimuti proses kepulangan kru dan anak buah kapal (ABK) KM Cahaya Fitrah setelah mereka berhasil diselamatkan dari kecelakaan kapal di perairan Pulau Labengki, Kabupaten <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/konawe-utara">Konawe Utara</a> (Konut), Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/7/2026). Tangis bahagia keluarga pecah saat para korban tiba dalam keadaan selamat.</p>
<p>Kecelakaan tersebut melibatkan KM Cahaya Fitrah 03 GT 30 yang dilaporkan mengalami kebocoran hingga kandas di perairan antara Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dan Pulau Tiga, Kecamatan Menui Kepulauan (Sombori Kepulauan), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal diduga mengalami insiden setelah dihantam gelombang tinggi hingga kehilangan kendali. Menyadari kondisi kapal yang semakin membahayakan, seluruh kru dan penumpang segera mengenakan jaket pelampung dan meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri.</p>
<p>Di tengah situasi darurat, para penumpang sempat merekam kondisi kapal yang perlahan tenggelam. Rekaman tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial sebagai upaya meminta bantuan secepat mungkin.</p>
<p>Laporan masyarakat yang diterima Basarnas Kendari langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan operasi SAR, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke tempat yang aman.</p>
<p>Sebanyak 11 penumpang asal Kota Kendari berhasil dievakuasi tanpa adanya laporan korban jiwa. Setelah proses penyelamatan selesai, para korban dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.</p>
<p>Momen pertemuan itu berlangsung penuh haru. Tangis dan pelukan keluarga mewarnai kepulangan para kru dan ABK yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akibat insiden di tengah laut.</p>
<p>Respons cepat Basarnas Kendari mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai berhasil meminimalkan risiko dalam operasi penyelamatan tersebut. Kecepatan menerima informasi, mengerahkan personel, hingga mengevakuasi seluruh korban menjadi faktor penting yang memastikan seluruh penumpang dapat diselamatkan.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebocoran kapal masih dalam penelusuran. Dugaan sementara, kapal mengalami insiden setelah diterjang ombak tinggi yang menyebabkan kapal kehilangan kendali sebelum akhirnya bocor dan kandas di perairan sekitar Pulau Labengki.</p>
<p>Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh operator kapal dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, kelayakan kapal, serta perlengkapan keselamatan sebelum melakukan pelayaran, terutama saat melintasi perairan yang rawan gelombang tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hotman Paris Minta Maaf Usai Ucapan kepada Wartawan Tuai Sorotan, Tegaskan Tak Berniat Merendahkan</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/hotman-paris-minta-maaf-usai-ucapan-kepada-wartawan-tuai-sorotan-tegaskan-tak-berniat-merendahkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 06:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5598</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM – Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers setelah pernyataannya saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, beberapa hari lalu menuai kritik dari berbagai kalangan. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (20/7/2026). Dalam pernyataannya, Hotman mengaku menyesali ucapannya yang sempat terlontar ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> – Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers setelah pernyataannya saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, beberapa hari lalu menuai kritik dari berbagai kalangan. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (20/7/2026).</p>
<p>Dalam pernyataannya, Hotman mengaku menyesali ucapannya yang sempat terlontar ketika menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers terkait pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, pada Jumat (17/7/2026).</p>
<p>&#8220;Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, &#8216;lu punya otak nggak sih?&#8217;,&#8221; ujar Hotman dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Senin (20/7/2026).</p>
<p>Hotman menegaskan bahwa ucapan tersebut bukan ditujukan untuk merendahkan profesi wartawan. Menurutnya, respons emosional itu muncul karena dirinya terus menerima pertanyaan yang berada di luar kewenangannya untuk dijawab.</p>
<p>&#8220;Cuma karena diberondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab, karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab, tapi ditanya lagi, ditanya lagi, sehingga saya jadi emosional,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa sejak awal telah menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan mengenai dugaan hidden agenda maupun persoalan yang berkaitan dengan institusi penegak hukum. Namun, pertanyaan serupa kembali dilontarkan sehingga emosinya tidak dapat dibendung.</p>
<p>&#8220;Saya jawab saya tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu. Belum selesai saya menjawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, akhirnya saya emosi, saya sudah bolak-balik saya tidak tahu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebelumnya, ucapan Hotman Paris yang berbunyi &#8220;Lu punya otak enggak?&#8221; kepada seorang wartawan dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung menjadi sorotan publik. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah organisasi wartawan, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang meminta agar Hotman memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf.</p>
<p>Menutup pernyataannya, Hotman kembali menegaskan bahwa tidak pernah memiliki maksud untuk menghina ataupun meremehkan profesi jurnalis. Ia mengakui emosinya terpancing karena merasa terus didesak menjawab pertanyaan yang menurutnya berada di luar kapasitasnya.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi tidak ada niat apapun, tapi karena diberondong dengan dua pertanyaan, yang sudah saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab,&#8221; ucapnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Video Ketua BEM FH UBK Terima Rp20 Juta, Begini Pengakuannya</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/viral-video-ketua-bem-fh-ubk-terima-rp20-juta-begini-pengakuannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 04:02:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5518</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, JAKARTA – Media sosial diramaikan dengan beredarnya video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta sebelum berlangsungnya aksi demonstrasi bertajuk &#8220;Tata Ulang Indonesia&#8221; pada 15 Juni 2026. Dalam video yang beredar luas, Abdimaludin menyampaikan pengakuan tersebut di hadapan civitas akademika UBK. Ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, JAKARTA</strong> – Media sosial diramaikan dengan beredarnya <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video</a> pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta sebelum berlangsungnya aksi demonstrasi bertajuk &#8220;Tata Ulang Indonesia&#8221; pada 15 Juni 2026.</p>
<p>Dalam video yang beredar luas, Abdimaludin menyampaikan pengakuan tersebut di hadapan civitas akademika UBK. Ia menyebut dana itu diduga berasal dari oknum kepolisian dan disalurkan melalui seorang senior yang merupakan alumni Fakultas Hukum UBK.</p>
<p>Menurut pengakuannya, uang tersebut diterima menjelang aksi unjuk rasa mahasiswa yang saat itu direncanakan berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Dana tersebut diduga diberikan dengan tujuan agar massa yang dibawanya tidak ikut bergabung dalam demonstrasi.</p>
<p>Potongan video itu kemudian menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial karena memunculkan dugaan adanya upaya memengaruhi jalannya aksi mahasiswa. Hingga kini, video tersebut masih terus menjadi sorotan publik dan memicu beragam tanggapan.</p>
<p>Dalam keterangannya yang terekam dalam video, Abdimaludin menjelaskan bahwa proses penyerahan uang dilakukan melalui seorang anggota kepolisian yang dikenalnya lewat perantara alumni kampus. Selain persoalan dana, ia juga mengungkap adanya ajakan kepada mahasiswa untuk mengikuti pertemuan atau mediasi secara tertutup dengan Gibran Rakabuming Raka.</p>
<p>Pengakuan tersebut muncul setelah mahasiswa UBK diketahui sempat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai keterkaitan antara pertemuan tersebut dengan pengakuan yang disampaikan oleh Ketua BEM FH UBK. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
