<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Redaksi &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<atom:link href="https://www.lensatenggara.com/author/lensa2023/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<description>Media Online Sulawesi Tenggara (Sultra)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2026 04:53:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_lensatenggara-1-32x32.webp</url>
	<title>Redaksi &#8211; LensaTenggara.com</title>
	<link>https://www.lensatenggara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Cinta Cici dari Wakatobi dan Muhammed dari Turki Berujung Pernikahan</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/kisah-cinta-cici-dari-wakatobi-dan-muhammed-dari-turki-berujung-pernikahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 04:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Video Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5822</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Kisah asmara lintas negara mempertemukan Cici Mey Hasnawati, perempuan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan Muhammed, pria asal Ankara, Turki. Setelah menjalin hubungan jarak jauh sejak 2025, keduanya akhirnya bertatap muka untuk pertama kalinya di Bandara Haluoleo, Kendari, Rabu (21/10/2026). Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi momen yang dinantikan Cici. Pertemuan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI </strong>– Kisah asmara lintas negara mempertemukan Cici Mey Hasnawati, perempuan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan Muhammed, pria asal Ankara, Turki. Setelah menjalin hubungan jarak jauh sejak 2025, keduanya akhirnya bertatap muka untuk pertama kalinya di Bandara Haluoleo, Kendari, Rabu (21/10/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi momen yang dinantikan Cici. Pertemuan tersebut berlangsung hangat ketika Cici menyambut pria yang selama ini menjalin hubungan dengannya melalui media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/video-viral">video </a>yang direkam salah seorang kerabat Cici, terlihat keduanya saling menyambut dan berpelukan. Keluarga serta kerabat yang hadir turut menyaksikan momen bahagia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan Cici dan Muhammed bermula dari komunikasi melalui Instagram pada Mei 2025. Percakapan yang awalnya berlangsung di dunia maya itu kemudian berkembang menjadi hubungan asmara meski keduanya tinggal di negara berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jarak geografis tidak menghentikan komunikasi mereka. Setelah menjalani hubungan jarak jauh selama lebih dari setahun, Muhammed memutuskan datang langsung ke Sulawesi Tenggara untuk menemui Cici.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici diketahui berasal dari wilayah Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Pertemuan di Bandara Haluoleo menjadi pengalaman pertama bagi keduanya untuk berjumpa secara langsung setelah selama ini berkomunikasi dari jarak jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici mengatakan, kedatangan Muhammed merupakan langkah serius dalam hubungan yang telah mereka bangun. Keduanya juga berencana melangsungkan pernikahan pada Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah pasangan beda negara ini pun menarik perhatian setelah momen pertemuan mereka direkam dan dibagikan melalui media sosial. Perjalanan hubungan yang bermula dari percakapan daring tersebut kini berlanjut ke tahap yang lebih serius, yakni mempersiapkan kehidupan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan Muhammed ke Indonesia menjadi babak baru bagi pasangan tersebut setelah melewati proses saling mengenal dan mempertahankan hubungan dari dua negara berbeda. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Mandiri Pangan ANTAM Bantu Petani Mowundo Kembangkan Budidaya Cabai</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/program-mandiri-pangan-antam-bantu-petani-mowundo-kembangkan-budidaya-cabai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 02:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Antam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5814</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA &#8211; Ketekunan dalam belajar dan memanfaatkan dukungan sarana pertanian mengantarkan Ibnu Hajar, petani asal Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mengembangkan budidaya cabai merah di lahan seluas 1.500 meter persegi. Peserta Program Mandiri Pangan PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara tersebut sebelumnya memulai kegiatan pertanian dari pekarangan rumah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA</strong> &#8211; Ketekunan dalam belajar dan memanfaatkan dukungan sarana pertanian mengantarkan Ibnu Hajar, petani asal Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mengembangkan budidaya cabai merah di lahan seluas 1.500 meter persegi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta Program Mandiri Pangan PT <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/antam">ANTAM </a>(Persero) Tbk UBPN Konawe Utara tersebut sebelumnya memulai kegiatan pertanian dari pekarangan rumah. Kini, ia mampu memperluas usaha taninya dan mencatat hasil panen kumulatif sekitar 110 kilogram cabai hingga panen keempat pada 20 Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan usaha tersebut tidak terlepas dari pendampingan pertanian yang diterimanya melalui Program Mandiri Pangan serta dukungan alat pengolah tanah atau cultivator dari ANTAM bersama kelompok taninya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum menggarap lahan yang lebih luas, Ibnu telah menanam berbagai jenis sayuran di sekitar rumah. Hasil budidayanya dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sekaligus dijual kepada masyarakat setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah pepohonan dekat rumahnya, sebuah bale-bale bambu menjadi tempat warga membeli sayuran segar. Pembelinya beragam, mulai dari ibu rumah tangga hingga pengelola usaha katering.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permintaan yang mulai terbentuk mendorong Ibnu untuk meningkatkan skala produksinya. Ia kemudian mengembangkan lahan dengan kemiringan sekitar 45 derajat untuk menanam cabai merah keriting varietas Laba F1 dan cabai merah besar.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="715" height="330" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1.webp" alt="" class="wp-image-5815" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1.webp 715w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1-300x138.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1-712x330.webp 712w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1-355x164.webp 355w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam1-711x328.webp 711w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /><figcaption class="wp-element-caption">Program Mandiri Pangan ANTAM Bantu Petani Mowundo Kembangkan Budidaya Cabai</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses penanaman, Ibnu menyiapkan sekitar 1.700 lubang tanam. Meski demikian, perjalanan budidayanya tetap menghadapi kendala, termasuk cuaca panas dan kemarau yang menyebabkan sekitar 20 tanaman mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Ibnu. Sebelum bergabung dalam Program Mandiri Pangan, ia pernah membudidayakan cabai di lahan yang lebih luas, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Saat itu, keterbatasan pengetahuan mengenai penanganan hama, penyakit, dan kebutuhan nutrisi tanaman menjadi salah satu kendala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui pendampingan program, ia memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik budidaya yang lebih baik, berdiskusi dengan sesama peserta, dan menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung di lahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ibnu, keberhasilan bertani tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses belajar dan kemampuan menghadapi kegagalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jangan langsung melihat dari hasil, jangan tanya hasil panennya, coba tanya prosesnya, mulai dari cabai yang gagal terkena hama dan lain-lain. Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhirnya, padahal ada proses yang dilalui. Menurut saya, yang dibutuhkan itu ketekunan dan kesabaran, mba..,&#8221; ungkap Pak Ibnu pada pendamping program.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="624" height="268" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam2.webp" alt="" class="wp-image-5816" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam2.webp 624w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam2-300x129.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam2-354x152.webp 354w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pertanian di Lahan Pekarangan pak Ibnu Hajar</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain peningkatan pengetahuan, ketersediaan cultivator turut membantu Ibnu mengatasi kendala pengolahan lahan. Kondisi tanah yang curam membuat pekerjaan secara manual membutuhkan tenaga besar dan waktu lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, pengolahan lahan berukuran 50 x 30 meter yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari dengan cara manual, kini dapat diselesaikan dalam kurang lebih dua hari menggunakan cultivator. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pembuatan bedengan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau menggunakan tenaga manual, kami harus mencangkul dalam dan membutuhkan beberapa orang. Biayanya juga cukup besar karena harus membayar tenaga kerja harian. Setelah ada cultivator, pekerjaan menjadi lebih cepat dan tenaga yang dikeluarkan tidak sebanyak sebelumnya. Saya bisa mengerjakannya sendiri dengan bantuan mesin, sehingga biaya pengolahan lahan juga lebih ringan,” jelasnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="624" height="274" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam3.webp" alt="" class="wp-image-5817" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam3.webp 624w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam3-300x132.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam3-355x156.webp 355w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kunjungan Pimpinan Antam ke Pekarangan Salah Satu Peserta Program Bersama Pendamping Lokal</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tahap pembukaan lahan, Ibnu melanjutkan pekerjaan dengan menggemburkan tanah, membuat bedengan dan saluran drainase, memberikan pupuk dasar, serta memasang mulsa. Ia juga mengatur kebutuhan air untuk tanaman dengan memanfaatkan aliran sungai di sekitar lahan melalui selang, terutama untuk menjangkau bagian atas lahan yang sulit memperoleh pasokan air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi produksi, hasil budidaya cabai tersebut menunjukkan perkembangan dalam empat kali panen. Panen pertama menghasilkan sekitar enam kilogram, kemudian meningkat menjadi 25 kilogram pada panen kedua dan 40 kilogram pada panen ketiga. Pada panen keempat, yang berlangsung 20 Oktober 2026, hasilnya mencapai 39 kilogram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, total produksi dari empat kali panen tercatat sekitar 110 kilogram. Proses sejak pembukaan lahan hingga panen pertama membutuhkan waktu kurang lebih dua hingga tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil panen tersebut mulai terserap pasar. Sebagian cabai dipesan oleh usaha katering perusahaan di sekitar wilayah tersebut, sedangkan sisanya dijual melalui pedagang dan pembeli langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangkauan pemasaran Ibnu juga meluas hingga ke luar Desa Mowundo, termasuk wilayah Asera dan Lasolo. Informasi mengenai ketersediaan hasil panen yang dibagikan keluarganya melalui WhatsApp turut membantu memperkenalkan produknya kepada calon pembeli baru.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="624" height="352" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4.webp" alt="" class="wp-image-5818" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4.webp 624w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4-300x169.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4-283x160.webp 283w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4-567x320.webp 567w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4-355x200.webp 355w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/panen_cabe_antam4-462x261.webp 462w" sizes="auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hasil Panen Cabai Merah di Lahan Pak Ibnu Hajar</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ibnu menilai peluang usaha pertanian masih terbuka karena kebutuhan konsumen terhadap cabai dan sayuran belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi lokal. Kondisi itu menjadi salah satu alasan baginya untuk terus mengembangkan usaha tani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selama saya mengamati, kebutuhan konsumen masih lebih besar dibandingkan kemampuan produsen untuk memenuhinya. Saya optimistis, selama masyarakat mendapatkan edukasi pertanian dan mau belajar, peluang ini bisa dikembangkan,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, Ibnu berharap pendampingan pertanian dapat terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh pengetahuan dan kesempatan untuk mengembangkan usaha tani. Ia juga memiliki cita-cita menjadikan Desa Mowundo sebagai salah satu sentra produksi pangan dan sayuran di Kecamatan Molawe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyatakan kesediaannya berbagi pengalaman dengan masyarakat yang ingin belajar bertani, termasuk warga yang belum menjadi peserta Program Mandiri Pangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Southeast Sulawesi Region, CSR ER Sub Division Head PT ANTAM Tbk, Muhammad Rusdan, mengapresiasi upaya Ibnu Hajar bersama kelompok taninya dalam mengembangkan potensi pertanian melalui ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rusdan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana produksi. Peningkatan kapasitas dan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal juga menjadi bagian penting untuk membangun usaha yang mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;ANTAM hadir sebagai pendukung melalui penyediaan sarana dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengembangkan usahanya. Kami berharap semangat Pak Ibnu dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk terus belajar, mengembangkan potensi pertanian, dan membangun kemandirian,&#8221; ujar Muhammad Rusdan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, ANTAM berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas petani dan kelompok tani melalui pendampingan berkelanjutan agar manfaat Program Mandiri Pangan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami berharap Desa Mowundo dapat berkembang menjadi salah satu sentra pangan dan sayuran di Kecamatan Molawe. Lebih dari itu, kami ingin masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta mampu mengembangkan potensi pertanian lokal secara produktif dan berkelanjutan,&#8221; tutupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman Ibnu Hajar menunjukkan bahwa pengembangan usaha pertanian membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, ketekunan, akses pasar, dan dukungan sarana. Melalui Program Mandiri Pangan, ANTAM mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal agar dapat mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toko DC Modis Fashion Kendari Dibobol Saat Subuh, Pintu Dirusak</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/toko-dc-modis-fashion-kendari-dibobol-saat-subuh-pintu-dirusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 15:44:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5811</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Toko DC Modis Fashion Kendari yang berlokasi di Jalan Wayong II, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi sasaran pencurian pada Selasa (21/10/2026) dini hari. Pelaku diduga kembali mendatangi toko untuk kedua kalinya dalam rentang waktu sekitar 30 menit dan membawa kabur sejumlah barang dagangan serta perlengkapan memancing dengan total kerugian ditaksir hampir Rp30 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI </strong>– Toko DC Modis Fashion <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kendari">Kendari </a>yang berlokasi di Jalan Wayong II, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi sasaran pencurian pada Selasa (21/10/2026) dini hari. Pelaku diduga kembali mendatangi toko untuk kedua kalinya dalam rentang waktu sekitar 30 menit dan membawa kabur sejumlah barang dagangan serta perlengkapan memancing dengan total kerugian ditaksir hampir Rp30 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV toko. Berdasarkan rekaman yang dimiliki korban, pelaku datang menggunakan sepeda motor sekitar pukul 04.37 WITA. Ia kemudian berusaha merusak pintu toko hingga berhasil membukanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah masuk, pelaku mencabut kamera CCTV yang terpasang di bagian depan toko. Namun, aktivitasnya di dalam bangunan turut terekam kamera pengawas lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini dia kasih rusak pintu baru dia masuk mi ambil barang-barang,&#8221; ujar korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada aksi pertama yang terlihat dalam rekaman sekitar pukul 04.41 WITA, pelaku membawa satu kotak besar merek MEHO berisi perlengkapan memancing milik suami pemilik toko. Peralatan tersebut di antaranya bermerek SARAGOSA, SIMANO TWIN POWER, dan DAIWA SALATIGA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain perlengkapan memancing, pelaku juga mengambil sejumlah barang dagangan, mulai dari celana, tas, sandal hingga aksesori.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku kemudian kembali ke toko sekitar pukul 05.04 WITA. Kali ini, ia membawa karung berukuran besar untuk mengangkut barang. Rekaman CCTV di bagian dalam toko memperlihatkan pelaku mengambil stok pakaian dan memasukkannya ke dalam karung tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici, pemilik DC Modis Fashion, mengatakan kerugian terbesar berasal dari perlengkapan memancing milik suaminya yang ikut dibawa pelaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pertama yang dia curi itu 1 box alat pancingnya suamiku, sama pakaian celana tas-tas dan sandal-sandal sama aksesoris. Kerugianku hampir 30 juta beb karena yang paling mahal dia curi itu alat pancingnya suamiku ada 20 juta lebih harganya,&#8221; ungkap Cici, pemilik DC Modis Fashion.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibat kejadian itu, korban memperkirakan total kerugian mencapai hampir Rp30 juta. Barang yang hilang meliputi perlengkapan memancing, pakaian, tas, sandal, dan aksesori yang dijual di toko tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Korban telah mengamankan empat rekaman CCTV, foto pintu yang mengalami kerusakan, serta foto kotak perlengkapan memancing yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Bukti-bukti tersebut disiapkan untuk mendukung laporan kepada Polresta Kendari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pelaku diduga seorang laki-laki yang mengenakan topi kuning atau memiliki rambut pirang, berbaju biru gelap, dan membawa karung besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cici berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum. Ia juga mengingatkan warga di sekitar Jalan Wayong II agar meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga naskah ini disusun, laporan resmi kepada kepolisian masih akan dilakukan oleh korban. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Bersandar di Pelabuhan Merak</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/kmp-batumandi-terbakar-saat-hendak-bersandar-di-pelabuhan-merak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 03:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5802</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM – Kebakaran melanda KMP Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Insiden tersebut terjadi saat kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sedang bermanuver untuk merapat ke Dermaga VI Pelabuhan Merak. Dalam situasi darurat itu, penumpang dievakuasi menggunakan sejumlah kapal kecil yang berada di sekitar Pulau Merak Besar. Proses penyelamatan berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM</strong> – Kebakaran melanda <a href="https://www.lensatenggara.com/kmp-mishima-tabrak-kapal-nelayan-di-pelabuhan-bajoe-tak-ada-korban-jiwa/">KMP</a> Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Insiden tersebut terjadi saat kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sedang bermanuver untuk merapat ke Dermaga VI Pelabuhan Merak.</p>
<p>Dalam situasi darurat itu, penumpang dievakuasi menggunakan sejumlah kapal kecil yang berada di sekitar Pulau Merak Besar. Proses penyelamatan berlangsung ketika asap hitam terlihat mengepul dari bagian kapal yang terbakar.</p>
<p>PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh penumpang beserta awak KMP Batumandi berhasil diselamatkan. Tidak ada informasi lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah pasti orang yang berada di atas kapal.</p>
<p>Berdasarkan informasi kejadian, api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.15 WIB. Titik awal kebakaran dilaporkan berada di dek atas bagian buritan kapal, yakni area yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.</p>
<p>Petugas gabungan yang terdiri atas unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian kemudian dikerahkan untuk menangani keadaan darurat serta mendukung proses evakuasi.</p>
<p>Rekaman peristiwa yang beredar memperlihatkan upaya pemindahan penumpang dari kapal menuju sejumlah kapal kecil di sekitar lokasi kejadian. Penanganan dilakukan agar seluruh penumpang dapat meninggalkan kapal dengan selamat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendiktisaintek Lantik Prof Takdir Saili sebagai Rektor UHO Periode 2026–2030</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/mendiktisaintek-lantik-prof-takdir-saili-sebagai-rektor-uho-periode-2026-2030/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 02:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5797</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan dunia usaha dinilai penting untuk mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Brian saat melantik Takdir Saili sebagai Rektor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong Universitas Halu Oleo (<a href="https://www.lensatenggara.com/tag/uho">UHO</a>) untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan dunia usaha dinilai penting untuk mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan Brian saat melantik Takdir Saili sebagai <a href="https://uho.ac.id/" rel="noopener">Rektor UHO</a> periode 2026–2030 di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (20/10/2026).</p>
<p>Brian menyampaikan ucapan selamat kepada Takdir Saili sekaligus berharap rektor yang baru dilantik mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinannya dengan baik.</p>
<p>“Saya mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si sebagai Rektor Universitas Halu Oleo periode 2026–2030. Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah yang tidak ringan ini,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Brian, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, aktivitas akademik di UHO diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.</p>
<p>Ia menilai, potensi lokal Sulawesi Tenggara dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran dan penelitian terapan. Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, berbagai potensi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi atas persoalan masyarakat, menciptakan peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan.</p>
<p>Dalam menjalankan kepemimpinan, Brian juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di lingkungan universitas. Ia menegaskan bahwa pengembangan kampus harus berlandaskan kerja sama akademik, bukan persaingan politik.</p>
<p>“Kampus bukanlah ajang kontestasi politik, tetapi kampus adalah kebersamaan secara akademik. Riset dan inovasi kemajuan universitas akan merupakan hasil dari kerja seluruh keluarga besar Universitas Halu Oleo sekali lagi,” tambahnya.</p>
<p>Arahan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pembangunan melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Sinergi antara kampus dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan nyata di daerah.</p>
<p>Brian turut berpesan agar Takdir Saili menjalankan amanah sebagai rektor dengan menjunjung tinggi integritas serta membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh sivitas akademika. Aspirasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan mendapat ruang dalam proses pengembangan universitas.</p>
<p>Ia berharap kepemimpinan baru UHO dapat memperluas kontribusi kampus bagi pembangunan daerah, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat dan sektor industri.</p>
<p>“Saya berharap Universitas Halu Oleo semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mengambil peran lebih besar bagi kemajuan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia. Ajaklah dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun, hadir, mendengar dan bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah daerah serta industri dan dunia usaha,” harapnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terpilih Aklamasi, Dewiyati Tamburaka Pimpin HWK Sultra Periode 2026–2031</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/terpilih-aklamasi-dewiyati-tamburaka-pimpin-hwk-sultra-periode-2026-2031/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 13:30:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5793</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Hj. Dewiyati Tamburaka kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Wanita Karya (HWK) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD HWK Sultra yang berlangsung di Aula Kantor DPD I Partai Golkar Sultra, Minggu (18/10/2026). Kembali terpilihnya Dewiyati menjadi awal bagi kepengurusan baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Hj. Dewiyati Tamburaka kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Wanita Karya (HWK) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD HWK Sultra yang berlangsung di Aula Kantor DPD I Partai Golkar <a href="https://www.lensatenggara.com/perubahan-apbd-sultra-2026-disepakati-gubernur-tekankan-anggaran-tepat-sasaran/">Sultra</a>, Minggu (18/10/2026).</p>
<p>Kembali terpilihnya Dewiyati menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam politik, terutama melalui Partai Golkar.</p>
<p>Dewiyati mengatakan, salah satu agenda utama HWK Sultra selama periode kepemimpinannya adalah mempersiapkan kader perempuan yang memiliki potensi untuk maju sebagai calon anggota legislatif.</p>
<p>Menurutnya, kader perempuan perlu mendapat pembinaan dan pengembangan kapasitas agar mampu mengambil bagian dalam proses politik serta memperluas keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5794" src="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/psx_20261018_212526.webp" alt="Terpilih Aklamasi, Dewiyati Tamburaka Pimpin HWK Sultra Periode 2026–2031" width="715" height="438" srcset="https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/psx_20261018_212526.webp 715w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/psx_20261018_212526-300x184.webp 300w, https://www.lensatenggara.com/wp-content/uploads/2026/10/psx_20261018_212526-686x420.webp 686w" sizes="auto, (max-width: 715px) 100vw, 715px" /></p>
<p>“Harapan saya, semua perempuan yang ada di HWK nantinya bisa berkiprah di legislatif. Mereka adalah kader potensial, terlebih setiap partai membutuhkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Nah, 30 persen itu menjadi ruang yang harus kita isi, salah satunya dari kader HWK,” kata Dewiyati.</p>
<p>Selain menyiapkan kader untuk berkompetisi dalam pemilihan legislatif, HWK Sultra juga akan mengambil bagian dalam penguatan konsolidasi Partai Golkar di berbagai tingkatan kepengurusan.</p>
<p>Dewiyati menilai, koordinasi dan sinergi antara HWK dengan Partai Golkar diperlukan untuk memperkuat struktur organisasi serta menyelaraskan pelaksanaan program kerja.</p>
<p>“Kita salah satunya mempersiapkan kader perempuan untuk maju ke legislatif. Kedua, membantu konsolidasi organisasi Partai Golkar mulai dari tingkat pusat sampai kabupaten. Kita akan terus berjalan sejalan dengan partai dan berupaya memenangkan Partai Golkar,” tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, konsolidasi organisasi menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga soliditas dan menyatukan langkah para kader. Dengan koordinasi yang berjalan baik, HWK Sultra diharapkan dapat melaksanakan program secara optimal sekaligus memperluas kontribusi perempuan di bidang politik.</p>
<p>Melalui kepengurusan periode 2026–2031, HWK Sultra diarahkan untuk memperkuat peran organisasi dalam pengembangan kapasitas perempuan dan menyiapkan kader potensial yang ingin berkiprah di lembaga legislatif.</p>
<p>Di sisi lain, organisasi tersebut juga akan melanjutkan sinergi dengan Partai Golkar dalam menjalankan agenda dan konsolidasi politik di Sulawesi Tenggara. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wawali Kendari Tegur Wanita Diduga Antre BBM Subsidi Berulang di SPBU Saranani</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/wawali-kendari-tegur-wanita-diduga-antre-bbm-subsidi-berulang-di-spbu-saranani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 16:52:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5789</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara berulang terungkap dalam operasi pengawasan di SPBU Saranani, Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (17/10/2026) malam. Operasi tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Dalam kegiatan itu, petugas mendapati pasangan suami istri yang diduga berulang kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara berulang terungkap dalam operasi pengawasan di SPBU Saranani, Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kendari">Kendari</a>, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (17/10/2026) malam.</p>
<p>Operasi tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Dalam kegiatan itu, petugas mendapati pasangan suami istri yang diduga berulang kali mengisi BBM menggunakan sebuah mobil minibus merah.</p>
<p>Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar melalui akun Instagram @imenkendari. Dalam rekaman itu, Sudirman terlihat menegur seorang perempuan dan menanyakan berapa kali dirinya mengantre untuk mengisi BBM dalam sehari.</p>
<p>“Tadi, baru tiga kali,” jawab perempuan tersebut dalam video.</p>
<p>Melalui unggahan Instagram-nya, Sudirman menyampaikan bahwa pihaknya kembali menemukan kendaraan yang diduga melakukan antrean berulang untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU Saranani.</p>
<p>&#8220;Malam ini kami temukan lagi di SPBU saranani mobil wuling mengantri berulang, yang di akui 3 kali tapi informasi tim satgas dilapangan lebih dari 3 kali dalam sehari, dalam mengawal dan memastikan bbm subsidi tepat sasaran, pol-pp kendari kami tugaskan untuk selalu memantau disetiap spbu, pelaku sudah kami serahkan ke polres kendari untuk diproses dengan hukum yang berlaku&#8221;, tulis Sudirman dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.</p>
<p>Dalam unggahan tersebut, Sudirman mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari telah ditugaskan untuk memantau SPBU guna mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.</p>
<p>Ia juga menyebut orang yang dimaksud dalam kejadian tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>Dugaan pengisian BBM secara berulang itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian, frekuensi pengisian, serta ada tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.</p>
<p>Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan kepolisian terhadap pasangan tersebut maupun status hukum mereka.</p>
<p>Pengawasan di SPBU menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Kendari untuk memastikan BBM bersubsidi diterima oleh pihak yang berhak. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan atas dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Jadi Lokasi Peredaran Narkoba, 3 Titik di Kampung Salo Kendari Digerebek</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/diduga-jadi-lokasi-peredaran-narkoba-3-titik-di-kampung-salo-kendari-digerebek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 08:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5785</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI &#8211; Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, dan TNI menggerebek tiga lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Jumat (16/10/2026) dini hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi yang berlangsung sejak dini hari tersebut menyasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> &#8211; Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, dan TNI menggerebek tiga lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Kota <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kendari">Kendari</a>, Jumat (16/10/2026) dini hari.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi yang berlangsung sejak dini hari tersebut menyasar tiga titik yang terindikasi rawan peredaran narkoba. Dalam kegiatan itu, petugas mengamankan 11 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.</p>
<p>Sejumlah barang bukti turut disita dalam penggerebekan tersebut. Barang-barang yang diamankan antara lain satu pucuk airsoft gun, senjata tajam, telepon seluler, alat komunikasi *handy talkie* (HT), alat isap sabu, pipet, timbangan digital, serta uang tunai.</p>
<p>Petugas juga menemukan perangkat router CCTV yang diduga digunakan untuk memantau situasi di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan kedatangan petugas.</p>
<p>Kapolda Sultra, Irjen Pol Himawan Bayu Aji, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI dan perintah Kapolri dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bagian dari program Quick Wins Kapolri untuk memulihkan wilayah yang terindikasi rawan peredaran narkoba.</p>
<p>Saat ini, 11 orang yang diamankan beserta barang bukti masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra.</p>
<p>Proses penanganan perkara tersebut turut melibatkan koordinasi lintas satuan bersama BNN serta pendampingan pemerintah setempat.</p>
<p>Penyidik masih perlu mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk memastikan keterkaitan mereka dengan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lokasi tersebut. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satpol PP Kendari Temukan Jerigen BBM dalam Mobil di SPBU Depan Rabam</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/satpol-pp-kendari-temukan-jerigen-bbm-dalam-mobil-di-spbu-depan-rabam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 09:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Kendari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5781</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari menemukan 15 jerigen berkapasitas 25 liter di dalam sebuah mobil Toyota Innova tanpa pelat nomor saat melakukan patroli di sekitar SPBU depan Rabam, Kamis (15/10/2026). Dari total jerigen yang ditemukan, delapan di antaranya dilaporkan telah terisi bahan bakar minyak (BBM). Sementara tujuh jerigen lainnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KENDARI</strong> – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota <a href="https://www.lensatenggara.com/tag/kendari">Kendari</a> menemukan 15 jerigen berkapasitas 25 liter di dalam sebuah mobil Toyota Innova tanpa pelat nomor saat melakukan patroli di sekitar SPBU depan Rabam, Kamis (15/10/2026).</p>
<p>Dari total jerigen yang ditemukan, delapan di antaranya dilaporkan telah terisi bahan bakar minyak (BBM). Sementara tujuh jerigen lainnya belum diketahui kondisinya secara terperinci.</p>
<p>Asal BBM maupun tujuan pengangkutannya juga belum diketahui secara pasti.</p>
<p>Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibun) Satpol PP Kota Kendari, Abdul Salam, mengatakan temuan tersebut bermula ketika petugas melakukan patroli rutin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).</p>
<p>Patroli tersebut dilakukan untuk merespons antrean panjang kendaraan sekaligus memantau situasi di sekitar lokasi pengisian BBM.</p>
<p>Dalam video yang diterima redaksi lensatenggara.com, Abdul Salam menyoroti penggunaan wadah berukuran besar yang ditemukan di dalam kendaraan tersebut.</p>
<p>&#8220;ini kami dapati di SPBU Rabam, ini mereka pakai tangki drum isi bukan lagi tangki&#8221; ujarnya dalam video yang diterima redaksi lensatenggara.com</p>
<p>Ia kemudian meminta pihak SPBU memberikan perhatian terhadap temuan tersebut.</p>
<p>&#8220;tolong teman teman SPBU ini disikapi ya pak&#8221;. tambahnya.</p>
<p>Temuan 15 jerigen tersebut menjadi perhatian petugas saat melakukan pengawasan di kawasan SPBU. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pemilik kendaraan, asal BBM, maupun peruntukan bahan bakar yang ditemukan.</p>
<p>Informasi mengenai tindak lanjut pemeriksaan dan kemungkinan adanya pelanggaran juga belum diketahui. Karena itu, diperlukan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan status BBM serta tujuan pengangkutannya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karhutla Gunung Wolasi Konsel, Api Bakar Lereng Bukit hingga Kabel Listrik</title>
		<link>https://www.lensatenggara.com/karhutla-gunung-wolasi-konsel-api-bakar-lereng-bukit-hingga-kabel-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 07:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konawe Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.lensatenggara.com/?p=5778</guid>

					<description><![CDATA[LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau di kawasan Gunung Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/10/2026) pagi. Kobaran api terlihat membakar vegetasi di lereng bukit di sepanjang Jalan Trans yang menghubungkan wilayah Konda dan Wolasi. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.10 Wita. Informasi mengenai kebakaran ini dibagikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN</strong> – Kebakaran hutan dan lahan (<a href="https://www.lensatenggara.com/tag/karhutla">karhutla</a>) terpantau di kawasan Gunung Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/10/2026) pagi.</p>
<p>Kobaran api terlihat membakar vegetasi di lereng bukit di sepanjang Jalan Trans yang menghubungkan wilayah Konda dan Wolasi. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.10 Wita.</p>
<p>Informasi mengenai kebakaran ini dibagikan melalui akun Facebook Supyan Interaksinews. Dalam unggahannya, terlihat kobaran api disertai kepulan asap yang membubung di sekitar sisi jalan raya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, dua anggota kepolisian dari Polsek Konda berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.</p>
<p>Namun, upaya pemadaman disebut mengalami kendala akibat kondisi angin yang berubah-ubah sehingga kobaran api sulit dikendalikan. Dalam keterangannya, pengunggah juga menyebut perlunya penanganan dari petugas pemadam kebakaran profesional.</p>
<p>“Karhutla di area jalan Konda/Tanea &#8211; Wolasi Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 15 Oktober 2026 Pukul 10 ; 25 Pagi dua anggota Kepolisian dari Polsek Konda dengan alat seadanya berupaya memadamkan si jago merah itu.”</p>
<p>Dalam unggahan yang sama, Supyan Interaksinews menjelaskan bahwa angin yang bertiup tidak menentu membuat api semakin sulit dipadamkan.</p>
<p>“Namun angin yang &#8220;bolak balik&#8221; membuat kobaran si jago merah itu sukar dipadamkan sehingga, membutuhkan kehadiran pemadam profesional.”</p>
<p>Dampak kebakaran juga dilaporkan mengenai jaringan utilitas di sekitar lokasi. Kabel listrik dan jaringan WiFi disebut hangus akibat kobaran api.</p>
<p>Hingga informasi tersebut dibagikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai luas area yang terbakar maupun penyebab munculnya api. Kondisi terakhir kebakaran dan penanganan lanjutan oleh petugas juga masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.</p>
<p>Masyarakat yang melintas di jalur Konda-Wolasi diimbau berhati-hati, terutama apabila asap dan kobaran api masih berada dekat badan jalan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
