
LENSATENGGARA.COM – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Amosilu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Eka Arwati, meminta bantuan agar dapat dipulangkan ke Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 43 detik itu, Eka mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialaminya selama bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Oman, Timur Tengah. Ia mengaku telah mengalami kekerasan fisik, ancaman, hingga dugaan pelecehan dari majikannya selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Eka juga menyampaikan bahwa dirinya kerap dipaksa bekerja meskipun dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia mengaku telah sakit selama dua bulan dan tidak mendapatkan perawatan yang layak, namun tetap diwajibkan menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Eka memperkenalkan dirinya sebagai pekerja asal Sulawesi yang saat ini bekerja di Oman. Ia menyampaikan bahwa selama tiga bulan bekerja, dirinya tetap dipaksa menjalankan aktivitas pekerjaan meskipun dalam kondisi tidak sehat, hal tersebut ia sampaikan sambil menangis dalam video yang beredar di media sosial.
Ia mengungkapkan bahwa perlakuan majikannya sangat tidak manusiawi. Selain dipukul, Eka menyebut dirinya dipaksa bekerja dalam keadaan sakit dan kerap mendapat ancaman jika berani berbicara atau meminta pertolongan.
“Saya diperlakukan seperti binatang, dipukul, disuruh bekerja meski sedang sakit. Saya sudah meminta dikembalikan ke kantor, tetapi majikan menolak dan malah memaksa saya bekerja,” ujar Eka dalam video tersebut sambil menangis.
Lebih lanjut, Eka mengaku mendapat ancaman serius dari majikannya. Ia mengatakan akan dibunuh jika berani mengungkapkan apa yang dialaminya selama bekerja di Oman.
“Saya selalu diancam, katanya kalau saya bicara, saya akan dibunuh,” kata Eka.
Dalam video tersebut, Eka hanya berharap bisa segera dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan selamat. Video ini pun menuai simpati luas dari warganet yang mendesak pihak terkait segera turun tangan memberikan perlindungan dan bantuan. (*)























