Senin, April 6, 2026
LensaTenggara.com
Beranda Hukum Wanita Diduga ODGJ Mengamuk Bawa Parang di Konawe, Pengendara Terluka

Wanita Diduga ODGJ Mengamuk Bawa Parang di Konawe, Pengendara Terluka

6
Wanita Diduga ODGJ Mengamuk Bawa Parang di Konawe, Pengendara Terluka
Seorang perempuan yang diduga sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membuat keresahan warga setelah mengamuk sambil membawa senjata tajam di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Senin (6/4/2026) siang. (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KONAWE — Seorang perempuan yang diduga sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membuat keresahan warga setelah mengamuk sambil membawa senjata tajam di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Senin (6/4/2026) siang.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diterima redaksi lensatenggara.com. Dalam rekaman itu, perempuan tersebut terlihat membawa parang dan menyerang seorang pengendara yang melintas di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, satu orang pengendara dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan setelah terkena sabetan senjata tajam yang dibawa pelaku.

BACA JUGA :  Video Dugaan Perundungan di SD Negeri 7 Barangka Mubar Viral dan Dikecam Warganet

Aksi pelaku tidak berhenti di jalan. Setelah itu, ia dilaporkan masuk ke sebuah pusat perbelanjaan yang berada di depan Rumah Sakit Unaaha. Di dalam lokasi tersebut, pelaku kembali bertindak agresif dengan merusak sejumlah barang dagangan.

Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga sempat mengejar karyawan toko sambil mengacungkan parang dan melontarkan ancaman, sehingga memicu kepanikan di dalam area supermarket.

Karyawan toko bersama warga yang berada di sekitar lokasi berupaya menyelamatkan diri dengan menjauh dan menjaga jarak dari pelaku yang masih membawa senjata tajam.

BACA JUGA :  Pencurian Kabel Gardu PLN di Konda, Video Viral di Media Sosial

Situasi semakin mencekam karena pelaku terus menunjukkan perilaku agresif, membuat para pengunjung dan pekerja berlarian keluar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Aparat kepolisian yang menerima laporan kejadian itu segera menuju lokasi. Proses penanganan sempat berlangsung dramatis karena pelaku tidak kooperatif. Namun, dengan bantuan warga, polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku tanpa menimbulkan korban tambahan. (*)