
LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mencatatkan pencapaian akademik dengan mengukuhkan delapan guru besar dari empat fakultas berbeda. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam upacara resmi yang digelar pada Senin, 9 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta keluarga besar para profesor yang telah meluangkan waktu menghadiri prosesi pengukuhan. Ia sekaligus menyambut para hadirin dengan pernyataan, “Selamat datang di UHO Kampus Hijau, Kampus Harapan, Kepercayaan dan Kebanggaan Bangsa”.
Plt Rektor menuturkan, pengukuhan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sivitas akademika UHO. Hingga saat ini, UHO telah memiliki 172 guru besar yang tersebar di 14 fakultas dengan beragam bidang keilmuan. Ke depan, UHO menargetkan jumlah profesor mencapai 200 hingga 250 orang sebelum tahun 2030.
Delapan guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Ilmu Budaya satu orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis satu orang, Fakultas Pertanian tiga orang, serta Fakultas Teknik tiga orang.
Guru besar pertama yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Akhmad Marhadi, M.Sos., M.Si., yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 246/M/KPT.KP/2025 tertanggal 8 April 2025, dengan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2025 sebagai Guru Besar dalam bidang Antropologi Maritim.
Selanjutnya, Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon, M.Sc. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Pengelolaan Tanah dan Air berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 247/M/KPT.KP/2025 dengan TMT 1 April 2025. Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid, M.Si. juga dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Agronomi melalui Keputusan Menteri Nomor 248/M/KPT.KP/2025 dengan TMT yang sama.
Dari bidang kebijakan pembangunan, Prof. Dr. Wali Aya Rumbia, S.E., M.Si. resmi menyandang jabatan Guru Besar berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 249/M/KPT.KP/2025. Sementara itu, Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala, S.T., M.T., IPM. ditetapkan sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Konversi Energi berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 2849/M/KPT.KP/2025 dengan TMT 1 Juli 2025.
Pengukuhan berikutnya adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. sebagai Guru Besar bidang Rekayasa dan Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 3208/M/KPT.KP/2025. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Anas Nikoyan, M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat melalui Keputusan Menteri Nomor 3209/M/KPT.KP/2025.
Terakhir, Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng. resmi menyandang jabatan Guru Besar dalam bidang Rekayasa Material dan Metalurgi berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 3210/M/KPT.KP/2025, dengan TMT 1 Juli 2025.
Plt Rektor mewakili seluruh sivitas akademika UHO menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh profesor yang dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa pencapaian jabatan guru besar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Menurutnya, pengukuhan guru besar merupakan bentuk pengakuan atas prestasi ilmiah sekaligus pemberian otoritas keilmuan yang diiringi peningkatan tanggung jawab moral dan sosial.
Ia menambahkan, bertambahnya jumlah guru besar akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kapasitas kelembagaan UHO dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Para guru besar diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, masing-masing guru besar juga menyampaikan orasi ilmiah.
- Prof. Dr. Akhmad Marhadi, M.Sos., M.Si. menyampaikan orasi berjudul “Relasi Kuasa dan Hegamoni Punggawa-sawi Pada Nelayan Etnis Bajo di Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat: Prespektif Antropologi Maritim.”
- Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon, M.Sc. mengangkat tema “Optimalisasi Pengelolaan Lahan Sagu Menunjang Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan.” Sementara Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid, M.Si. memaparkan orasi berjudul “Mikoriza Arbuskula dari Rizozfer Alang-alang Merupakan Potensi Tersembunyi Untuk Pertanian Berkelanjutan.”
- Prof. Dr. Wali Aya Rumbia, S.E., M.Si. dengan judul “Kebijakan Pembangunan sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas.”
- Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala, S.T., M.T., IPM. mengangkat tema “Rekayasa Sistem Termal Inovatif untuk Energi Berkelanjutan.”
- Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan orasi “Pengaruh Erosi dan Sedimentasi Terhadap Stabilitas Struktur Bangunan Bendung.”
- Prof. Dr. Anas Nikoyan, M.Si. memaparkan “Reformasi Kelembagaan dan Kolaborasi Multi Pihak dalam Pengembangan Modal Komunitas Petani pada Perhutanan Sosial.”
- Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng. mengangkat tema “Peningkatan Sifat Mekanik pada Penyambungan Stainless Steel AISI 304 dan Baja Karbon AISI 1037 menggunakan Pengelasan SMAW.”
Plt Rektor menegaskan bahwa guru besar merupakan puncak jabatan fungsional dosen sekaligus academic leader yang memiliki peran strategis. Ia berpesan agar para profesor mampu menghadirkan aksi nyata dalam memajukan UHO, khususnya melalui peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi dosen lain dalam pengembangan akademik dan peningkatan akreditasi program studi. (*)



























