LENSATENGGARA.COM – Pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, situasi geopolitik kawasan Timur Tengah kian memanas. Pemerintah Iran sebelumnya mengonfirmasi bahwa Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Kematian tokoh sentral Republik Islam tersebut memicu reaksi keras dari jajaran elite politik Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran akan memberikan respons tegas terhadap Washington dan Tel Aviv.
Ghalibaf menyatakan Iran telah menyiapkan langkah balasan yang disebutnya akan bersifat menghancurkan, dengan sasaran luas terhadap kepentingan militer dan keamanan Amerika Serikat serta Israel. Ia menegaskan penggunaan rudal berteknologi tinggi dengan daya hancur besar sebagai bagian dari strategi tersebut.
“kami telah bersiap untuk momen-momen seperti ini dan memiliki rencana untuk semua skenario bahkan untuk masa setelah syahidnya Imam (Ali) Khamenei yang mulia”. ungkapnya
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa struktur kepemimpinan baru Iran akan segera terbentuk dan tetap solid dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Anda akan melihat bahwa setelah dewan kepimpinan sudah terbentuk, kekuatan dan integritas para pejabat, pasukan pertahanan dan rakyat akan melampaui imajinasi”. tambahnya.
Tak hanya itu, Ghalibaf secara terbuka menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Saya sampaikan kepada (Presiden AS Donald) Trump dan (Perdana Menteri Israel, Benjamin) Netanyahu serta agen-agen mereka secara sangat terbuka dan trasnparan: Anda telah melampui garis merah kami dan harus membayar harganya.” tambahnya
Pernyataan tersebut mempertegas eskalasi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, sekaligus memicu kekhawatiran global akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan. Sejumlah pengamat menilai, wafatnya Khamenei berpotensi menjadi titik balik besar dalam dinamika politik internal Iran maupun konstelasi keamanan regional.




























