Jumat, April 10, 2026
LensaTenggara.com
Beranda Metro Kendari Gubernur Sultra Umumkan Hasil Seleksi Eselon III dan IV, Tekankan Sistem Merit

Gubernur Sultra Umumkan Hasil Seleksi Eselon III dan IV, Tekankan Sistem Merit

16
Gubernur Sultra Umumkan Hasil Seleksi Eselon III dan IV, Tekankan Sistem Merit
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mengumumkan hasil seleksi pengisian jabatan administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam birokrasi. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (8/4/2026). (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mengumumkan hasil seleksi pengisian jabatan administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam birokrasi. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (8/4/2026).

Dalam penyampaian hasil seleksi, gubernur membagi peserta ke dalam dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”. Peserta yang masuk kategori “lolos” merupakan mereka yang terpilih mengisi jabatan yang dilamar dan dijadwalkan akan segera dilantik dalam waktu sekitar lima hingga enam hari ke depan, sambil menunggu pertimbangan teknis.

Sementara itu, kategori “lulus” diberikan kepada peserta yang telah memenuhi persyaratan, namun belum mendapatkan posisi jabatan. Nama-nama dalam kategori ini akan dimasukkan dalam bank data talenta dan berpotensi dipertimbangkan untuk mengisi jabatan di masa mendatang, termasuk peluang promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Luncurkan SIMDATA, Wujudkan Satu Data Indonesia

Adapun jumlah peserta seleksi untuk jabatan eselon III tercatat sebanyak 83 orang yang bersaing mengisi 27 peta jabatan. Sedangkan seleksi eselon IV diikuti oleh 68 peserta untuk mengisi 24 peta jabatan yang tersedia.

Gubernur juga menyoroti kualitas peserta dari kalangan tenaga medis, khususnya dokter, yang dinilai memiliki kompetensi tinggi sehingga proses penentuan menjadi lebih ketat dan selektif.

Di sisi lain, terdapat dua peta jabatan yang dibatalkan proses pengisiannya. Hal ini disebabkan hanya terdapat satu kandidat yang diusulkan oleh instansi terkait, sehingga tidak memenuhi prinsip kompetisi terbuka dalam sistem merit.

Dalam arahannya, gubernur menegaskan bahwa penerapan sistem merit merupakan langkah strategis untuk membangun birokrasi yang profesional, efektif, serta berorientasi pada kinerja. Ia menekankan bahwa setiap peserta yang dinyatakan lolos telah melalui proses seleksi berdasarkan kompetensi dan integritas.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Dorong Integrasi Pariwisata Sulawesi di Seminar Nasional "The Legend of Pongtiku"

“Kita ingin merubah sistem. Jika sistemnya baik dan berjalan, maka organisasi akan berjalan efektif dan anggaran tepat sasaran. Kita memilih sistem meritokrasi untuk memberikan peluang kepada mereka yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk maju. Tidak ada yang kebetulan, semua adalah desain Allah. Anda lolos karena memang pantas berada di posisi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat yang terpilih. Jika dalam pelaksanaannya tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan dilakukan pergantian dengan kandidat lain yang telah dinyatakan lulus.

Melalui kebijakan ini, Pemprov Sulawesi Tenggara berharap dapat menghadirkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang maksimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Marilah kita bekerja bukan untuk saya, tetapi untuk Sulawesi Tenggara. Karena kita ingin Sulawesi Tenggara yang maju,” tutup gubernur. (*)