LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Sebanyak 10.075 calon mahasiswa tercatat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Halu Oleo (UHO). Pada hari pertama pelaksanaannya, ujian berlangsung tertib dan tanpa hambatan yang signifikan.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, telah menyerahkan naskah UTBK kepada Ketua Panitia Lokal, Prof. La Ode Santiaji Bande, di Gedung Pustik UHO. Kegiatan ujian ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, yakni mulai 21 hingga 28 April 2026.
Herman menjelaskan, berbagai persiapan teknis telah dimatangkan sejak sehari sebelum pelaksanaan. Ia juga turun langsung meninjau sejumlah titik lokasi ujian untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan, pelaksanaan UTBK-SNBT dilakukan secara transparan dan berbasis komputer, sehingga tidak memberi ruang bagi praktik kecurangan.
“Kalau ada yang mengatasnamakan kampus dan menjanjikan kelulusan, itu tidak benar. Seleksi ini murni berbasis komputer, tidak ada yang bisa intervensi,” tegasnya saat konferensi pers di Ruang Rapat Senat UHO, Selasa (21/04/2026).
Untuk tahun 2026, total kuota penerimaan mahasiswa baru UHO mencapai 9.464 kursi untuk jenjang D3 dan S1. Kuota tersebut terbagi dalam tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebanyak 2.846 kursi, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebanyak 3.796 kursi, serta seleksi mandiri sebanyak 2.822 kursi.
“Pembagiannya itu 30 persen untuk SNBP, 40 persen SNBT, dan 30 persen seleksi mandiri,” jelas Herman.
Namun demikian, kuota pada jalur SNBP tidak seluruhnya terpenuhi. Dari 2.846 kursi yang tersedia, hanya 2.434 peserta yang dinyatakan lulus.
“Kuota yang lulus yang kami terima itu hanya 2.434, jadi tidak semua kuota terpenuhi,” ungkapnya.
Terkait program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Herman menyebut jumlah pendaftar yang lulus melalui jalur prestasi mencapai 1.275 orang. Setelah melalui proses verifikasi oleh kementerian, sebanyak 753 peserta dinyatakan memenuhi syarat.
“Yang melamar dan dinyatakan lulus sebanyak 1.275, tapi yang eligible oleh kementerian itu 753,” ujarnya.
Selain itu, pihak kampus juga mengantisipasi potensi kecurangan selama pelaksanaan UTBK, terutama praktik joki. Berbagai langkah pengawasan telah diterapkan, termasuk pemeriksaan ketat terhadap peserta.
“Masalah yang paling sering muncul itu joki. Makanya kami pastikan yang hadir benar-benar peserta yang bersangkutan, termasuk mengantisipasi penggunaan alat bantu teknologi,” pungkasnya. (*)






















