Sabtu, April 4, 2026
LensaTenggara.com
Beranda Metro Kendari Uang Diduga Palsu Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Baruga Kendari, Pedagang Diminta...

Uang Diduga Palsu Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Baruga Kendari, Pedagang Diminta Waspada

5
Uang Diduga Palsu Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Baruga Kendari, Pedagang Diminta Waspada
Uang Diduga Palsu Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Baruga Kendari, Pedagang Diminta Waspada

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Peredaran uang yang diduga palsu kembali menimbulkan keresahan di kalangan pedagang. Kali ini, temuan tersebut terjadi di Pasar Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (3/4/2026), setelah sejumlah pedagang menemukan beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu yang mencurigakan.

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali mencuat melalui sebuah video yang beredar di kalangan masyarakat. Dalam rekaman tersebut, para pedagang mengaku baru menyadari kejanggalan pada uang yang diterima setelah aktivitas jual beli mulai berkurang dan mereka memiliki waktu untuk memeriksanya lebih teliti.

BACA JUGA :  Klarifikasi Asri Damuna Alias Albert Soal Video Viral Ajak YouTuber Korea ke Hotel

Seorang pedagang menjelaskan, perbedaan uang tersebut cukup terasa saat disentuh. Tekstur kertas dinilai tidak seperti uang asli karena lebih licin, sementara tampilan warnanya terlihat kurang tajam dan sedikit berbeda dari biasanya.

Dalam video itu juga terdengar seorang pedagang mengingatkan rekan-rekannya agar lebih berhati-hati. Ia menyebutkan bahwa total uang yang diduga palsu mencapai Rp400 ribu atau setara empat lembar pecahan Rp100 ribu.

BACA JUGA :  Kalah dalam Pemilihan RT, Warga di Kendari Tarik Mimbar Masjid

Selain itu, secara visual uang tersebut tampak memiliki warna yang lebih pudar dan tidak menunjukkan ciri khas keamanan saat diterawang. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa uang tersebut bukanlah uang resmi yang dikeluarkan otoritas terkait.

Padatnya aktivitas di pasar, khususnya saat jam ramai, diduga menjadi celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menyelipkan uang palsu dalam transaksi. Pedagang pun diimbau untuk lebih teliti dalam menerima pembayaran guna menghindari kerugian serupa. (*)