
LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam inspeksi mendadak di SPBU Puuwatu, Rabu (7/10/2026), Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menemukan seorang pengantri Pertalite yang menggunakan barcode kendaraan lain.
Temuan tersebut diketahui saat Sudirman bersama Kepala Dinas Perdagangan, Kasat Pol PP, Kasat Lantas, serta Tim Bapenda Kota Kendari melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang sedang mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Pengantri yang diketahui menggunakan barcode berbeda dari kendaraan yang dibawanya langsung diminta untuk diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pemerintah Kota Kendari juga akan menelusuri kendaraan yang barcode-nya digunakan untuk memastikan identitas pemilik kendaraan tersebut.
“Kita akan amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai. Jangan sampai mobil yang dia pakai itu memang tidak tahu kalau dipakai barcode-nya,” kata Sudirman.
Menurut Sudirman, penggunaan barcode kendaraan lain menjadi salah satu temuan dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kota Kendari.
Dalam kasus tersebut, kendaraan yang sedang mengantre untuk mengisi Pertalite tidak menggunakan barcode yang sesuai dengan identitas kendaraan yang bersangkutan.
“Ini salah satu contoh kita dapati, sementara mengantri sudah mau diisi dengan barcode yang berbeda,” ujarnya.
Sudirman mengatakan temuan serupa sebelumnya juga terjadi saat Pemerintah Kota Kendari melakukan sidak di SPBU Anggoeya.
Dalam pemeriksaan tersebut, Pemkot Kendari menemukan lima kasus yang berkaitan dengan penggunaan barcode dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Temuan di SPBU Puuwatu menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran sekaligus mencegah penggunaan identitas kendaraan yang tidak sesuai dalam proses pembelian Pertalite.























