
LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meluncurkan program “DWP Mengajar” dengan menyasar sejumlah satuan pendidikan di Kota Kendari pada Selasa (27/10/2026). Program ini menjadi bentuk keterlibatan organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DWP Provinsi Sultra, Ny. Norma Azazi Fadlansyah. Melalui program ini, para anggota DWP memberikan edukasi kepada siswa sesuai jenjang pendidikan, mulai dari pengenalan kebersihan diri hingga pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan seksual.
Di TK IDHATA Kota Kendari, materi yang diberikan berfokus pada pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya melalui edukasi tujuh langkah mencuci tangan. Pengenalan tersebut ditujukan kepada anak usia dini agar kebiasaan hidup bersih dapat ditanamkan sejak awal.

Selanjutnya, anggota DWP Sultra mengunjungi SMAN 12 Kendari untuk menyosialisasikan pencegahan bullying atau perundungan serta bahaya narkoba. Kegiatan ini melibatkan tenaga profesional yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, RS Bahteramas, dan Bidang Pendidikan DWP Provinsi Sultra.
Penyuluhan dikemas secara interaktif dengan membahas pengenalan, dampak, serta upaya pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keberanian melaporkan kejadian yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain kepada pihak berwenang.
Pada lokasi berbeda, kegiatan serupa digelar di SMKS Life Skill Kendari. Edukasi yang diberikan menitikberatkan pada pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, termasuk pemahaman mengenai batasan tubuh, pentingnya menghormati orang lain, serta membangun lingkungan sekolah yang aman.
Dalam kesempatan tersebut, Norma Azazi Fadlansyah turut memberikan arahan mengenai pembentukan karakter, penerapan etika, dan pentingnya motivasi belajar bagi generasi muda. Penguatan nilai moral dan kebangsaan juga menjadi perhatian untuk membantu para siswa menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital.
“Program DWP Mengajar ini adalah langkah strategis kami untuk turun langsung ke lapangan. Kami ingin memberikan inspirasi kepada para siswa bahwa pendidikan adalah kunci utama masa depan, dan peran ibu sebagai pendidik pertama harus diimplementasikan secara luas di masyarakat,” ujar Norma di sela-sela kegiatan.
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dalam mendukung pendidikan yang inklusif.
DWP Sultra berharap program DWP Mengajar dapat menjadi agenda rutin yang menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah di kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.
Melalui program ini, DWP Sultra berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan religius. (*)























