Rabu, Oktober 21, 2026
lensatenggara
Beranda Kampus Mendiktisaintek Lantik Prof Takdir Saili sebagai Rektor UHO Periode 2026–2030

Mendiktisaintek Lantik Prof Takdir Saili sebagai Rektor UHO Periode 2026–2030

4
Mendiktisaintek Lantik Prof Takdir Saili sebagai Rektor UHO Periode 2026–2030
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto saat melantik Takdir Saili sebagai Rektor Universitas Halu Oleo periode 2026–2030 di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (20/10/2026). Brian berharap UHO memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia.

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan dunia usaha dinilai penting untuk mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Brian saat melantik Takdir Saili sebagai Rektor UHO periode 2026–2030 di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (20/10/2026).

Brian menyampaikan ucapan selamat kepada Takdir Saili sekaligus berharap rektor yang baru dilantik mampu menjalankan tanggung jawab kepemimpinannya dengan baik.

“Saya mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si sebagai Rektor Universitas Halu Oleo periode 2026–2030. Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah yang tidak ringan ini,” ungkapnya.

Menurut Brian, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, aktivitas akademik di UHO diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

BACA JUGA :  UHO Perpanjang Pendaftaran Seleksi Mandiri hingga 5 Juni 2026

Ia menilai, potensi lokal Sulawesi Tenggara dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran dan penelitian terapan. Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, berbagai potensi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi atas persoalan masyarakat, menciptakan peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan.

Dalam menjalankan kepemimpinan, Brian juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di lingkungan universitas. Ia menegaskan bahwa pengembangan kampus harus berlandaskan kerja sama akademik, bukan persaingan politik.

“Kampus bukanlah ajang kontestasi politik, tetapi kampus adalah kebersamaan secara akademik. Riset dan inovasi kemajuan universitas akan merupakan hasil dari kerja seluruh keluarga besar Universitas Halu Oleo sekali lagi,” tambahnya.

Arahan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pembangunan melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Sinergi antara kampus dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan nyata di daerah.

BACA JUGA :  UHO Kembali Berprestasi, Sabet Penghargaan IKPA Kategori Pagu Besar

Brian turut berpesan agar Takdir Saili menjalankan amanah sebagai rektor dengan menjunjung tinggi integritas serta membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh sivitas akademika. Aspirasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan mendapat ruang dalam proses pengembangan universitas.

Ia berharap kepemimpinan baru UHO dapat memperluas kontribusi kampus bagi pembangunan daerah, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat dan sektor industri.

“Saya berharap Universitas Halu Oleo semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mengambil peran lebih besar bagi kemajuan Sulawesi Tenggara serta kawasan timur Indonesia. Ajaklah dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun, hadir, mendengar dan bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah daerah serta industri dan dunia usaha,” harapnya. (*)