Pantai Taipa Ditutup Sementara, Satu Pelajar Masih Hilang

92
Pantai Taipa Ditutup Sementara, Satu Pelajar Masih Hilang
Objek wisata Pantai Taipa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), ditutup sementara oleh pihak Kepolisian pasca adanya kecelakaan tenggelam yang menimpa empat pelajar dari SMAN 1 Wawotobi, Minggu (17/9/2023). (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA – Objek wisata Pantai Taipa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), ditutup sementara oleh pihak Kepolisian pasca adanya kecelakaan tenggelam yang menimpa empat pelajar dari SMAN 1 Wawotobi, Minggu (17/9/2023).

Kapolres Konut, AKBP Priyo Utomo mengatakan, penutupan objek wisata pantai dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya korban jiwa susulan akibat kondisi cuaca saat ini yang tidak baik.

“Kami menghimbau untuk sementara masyarakat atau pengunjung wisata pantai taipa tidak mandi atau berenang di sepanjang laut pantai taipa sampai batas waktu diijinkan kembali karena saat ini cuaca ekstrem masih melanda wilayah Kabupaten Konawe utara,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Pemkab Konawe Utara Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu 2024

Priyo Utomo menyebut, pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli dan pengamanan di Pantai Taipa untuk memantau dan mengimbau pengunjung.

“Saat ini personel kami juga masih membantu tim SAR untuk melakukan proses pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan di Pantai Taipa,” ungkapnya.

Peristiwa nahas itu terjadi saat keempat pelajar tersebut sedang berenang dengan menggunakan sebuah ban. Saat sedang berenang, ombak besar menghantam pelajar tersebut dan terlepas dari ban yang dipakai sebagai pelampung.

Tiga korban berhasil diselamatkan oleh pengunjung pantai menggunakan ban. Namun satu korban tidak berhasil diselamatkan dan hingga kini dilaporkan masih belum ditemukan.

BACA JUGA :   13 Orang Tewas Akibat Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Morowali

Kapolres Konut turut berduka atas musibah yang dialami korban dan menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak berenang saat kondisi cuaca buruk.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak berenang di luar zona aman yang telah ditentukan oleh petugas,” pungkasnya.

Berikut identitas keempat pelajar tersebut:

  • Muh. Nurfadilah,
  • Fahmi Landimuru,
  • Arya, dan
  • Farli (16)

Pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. (*)