Tim Sepak Bola Sultra Gagal ke Pra PON 2023 Akibat Keterbatasan Anggaran

103
Tim Sepak Bola Sultra Gagal ke Pra PON 2023 Akibat Keterbatasan Anggaran
Tim Sepak Bola Sultra. (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Tim sepak bola sultra Sulawesi Tenggara (Sultra) gagal mengikuti turnamen pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) di Gorontalo lantaran keterbatasan anggaran.

Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) digelar 17 hingga 21 Oktober 2023.

Seharusnya tim sepak bola Sultra dijadwalkan bertanding pada Selasa, (17/10/2023) sore di Provinsi Gorontalo dan akan menghadapi Sulawesi Tengah di laga perdana.

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sultra, Muhammad Zamrun Firihu mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti masalahnya berada di mana. Kata dia, yang jelasnya persiapan tim sudah tuntas.

“Tim sudah kami bentuk, kemudian visinya sudah selesai. Tetapi, mungkin karena di KONI kekurangan dana, kita tidak tahu. Yang jelas proposal itu kita masukan sudah lama, tetapi mungkin di KONI kekurangan dana sehingga kami tidak bisa berangkat. Ngapain kita ambil uang kalau nggak cukup gitu,” ungkapnya di Kendari pada Rabu (18/10/2023).

BACA JUGA :   UHO MZF FC Juara Liga 3 Sulawesi Tenggara, Lolos ke Putaran Nasional

Zamrun menyebut pihaknya saat itu sudah melakukan seleksi, mulai dari daratan hingga kepulauan dengan menghasilkan 30 pemain dari berbagai daerah. Ia melanjutkan dari 30 pemain tersebut, pihaknya kembali melakukan seleksi di Kota Kendari dengan menghasilkan 23 pemain.

“Jadi pada intinya kita di Asprov PSSI Sultra sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kami. Timnya sudah terbentuk mulai dari tim pemain hingga tim pelatih kita tinggal berangkat saja,” lanjutnya.

Rektor UHO itu mengungkapkan sebelumnya pihaknya sudah memasukkan proposal di KONI Sultra. Akan tetapi, lanjut Zamrun, pihak KONI memberikan jawaban tidak sesuai keinginan Asprov PSSI Sultra.

BACA JUGA :   UHO MZF FC Juara Liga 3 Sulawesi Tenggara, Lolos ke Putaran Nasional

Sehingga dengan hal tersebut membatalkan tim sepak bola Sultra untuk mengikuti kualifikasi PON tersebut. Selain itu juga, Zamrun menerangkan dari kegiatan selesai hingga TC dianggarkan oleh Asprov PSSI Sultra.

“Yang kami minta dari KONI itu biaya untuk mengikuti seleksi pra PON,” terangnya.

Prof Zamrun mengingatkan KONI Sultra agar menghitung betul kebutuhan semua cabor dan tidak menyamakan cabor satu dengan yang lainnya.

“Jadi ke depannya KONI itu agar menginventarisir dan merencanakan betul biaya percabangan olahraga itu sehingga tidak ada tumpang tindih nantinya,” tegas Zamrun. (*)