Kamis, Oktober 15, 2026
lensatenggara
Beranda Berita Sultra Konawe Selatan Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Siswa di Konawe Selatan Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Siswa di Konawe Selatan Dilarikan ke Puskesmas

70
Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Siswa di Konawe Selatan Dilarikan ke Puskesmas
Sejumlah siswa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan makanan dan mendapatkan penanganan di puskesmas setelah muncul keluhan mual, sakit perut, dan muntah. (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN – Puluhan siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan makanan dan dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, Rabu (14/10/2026).

Dugaan keracunan massal tersebut muncul setelah sejumlah pelajar dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para siswa, gejala mulai dirasakan beberapa waktu setelah mereka menyantap hidangan MBG pada Selasa (13/10/2026). Keluhan berupa sakit perut dan mual disebut semakin terasa pada Rabu pagi.

BACA JUGA :  Tim SAR Gabungan Hentikan Sementara Pencarian Pemuda Terjatuh dari Jembatan Teluk Kendari

Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, menyebut sekitar 20 orang berada di puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

“Total ini yang ada di puskesmas sekitar 20-an orang,” tutur Kepala SMAN 10 Konawe Selatan Liy dikutip dari detik.com.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual hebat, tubuh lemas, hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan warga sekitar bergerak membawa para pelajar ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA :  Anak Laki-laki Terjatuh dari Jembatan Teluk Kendari Diselamatkan Pemancing

Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Meski dugaan awal mengarah pada makanan dari program MBG, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Belum dapat dipastikan pula apakah seluruh keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang sama.

Perkembangan penanganan para siswa serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi hal penting untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. (*)