Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sultra Instruksikan Kontrol Distribusi

51
Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sultra Instruksikan Kontrol Distribusi
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto memastikan stok beras di wilayahnya aman menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. Hal ini disampaikannya usai rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sultra pada Jumat (16/02/24). (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto memastikan stok beras di wilayahnya aman menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. Hal ini disampaikannya usai rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sultra pada Jumat (16/02/24).

Berdasarkan data, kebutuhan beras di Sultra per bulannya berkisar 26.627 ton, sedangkan ketersediaan beras hingga Februari 2024 mencapai 29.121 ton. Produksi beras Sultra juga terpantau stabil, dengan perkiraan panen pada bulan Februari sebanyak 8.242 ton, Maret 18.000 ton, April 42.523 ton, dan Mei 2024 sebanyak 50.914 ton.

BACA JUGA :   Sekda Sultra Pimpin Upacara HKN, Sampaikan 4 Arahan Pj Gubernur

“Stok beras di gudang Bulog saat ini relatif aman pada angka 27.088 ton,” ungkap Pj Gubernur Andap.

Untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi beras, Pj Gubernur menginstruksikan Bupati dan Walikota se-Sultra untuk mengontrol peredaran produksi beras agar tidak keluar dari wilayah.

Pemerintah Daerah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 17 Kabupaten/Kota. Pj Gubernur Andap juga akan intens berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan beras pada industri pertambangan di Sultra agar tidak mempengaruhi harga di pasaran.

Sementara itu, TPID Provinsi Sultra mengungkapkan bahwa GKP (Gabah Kering Pangan) yang diproduksi di Sultra banyak dibeli oleh RMU (Rice Milling Unit) kapasitas besar di luar Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :   Pj Gubernur Sultra Hadiri Puncak HPN 2024: Pers Harus Jadi Perekat dan Pemersatu Bangsa

Menanggapi hal ini, Pj Gubernur Andap mengatakan bahwa dalam jangka menengah dan panjang, Pemda akan membangun RMU dengan kapasitas besar di sentra produksi padi di Sultra.

“Kami juga akan perkuat permodalan pemilik RMU skala kecil agar dapat naik kelas jadi RMU skala menengah dan besar sehingga dapat menyerap hasil panen petani lokal di Sultra,” tutup Andap.