Rabu, Juni 17, 2026
lensatenggara
Beranda Metro Kendari Tokoh Perempuan Sultra Sri Yastin Asrun Tutup Usia, Dimakamkan di Konawe

Tokoh Perempuan Sultra Sri Yastin Asrun Tutup Usia, Dimakamkan di Konawe

42
Tokoh Perempuan Sultra Sri Yastin Asrun Tutup Usia, Dimakamkan di Konawe
Tokoh Perempuan Sultra Sri Yastin Asrun Tutup Usia, Dimakamkan di Konawe. (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) atas wafatnya Hj. Sri Yastin Asrun, istri dari H. Asrun, mantan Wali Kota Kendari dua periode. Sosok yang dikenal sebagai tokoh perempuan, mantan birokrat senior, serta pegiat sosial dan keagamaan tersebut menghembuskan napas terakhir pada Senin (15/6/2026) di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Kepergian Sri Yastin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi yang aktif mengabdikan diri di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pada Selasa (16/6/2026), jenazah almarhumah dimakamkan di Desa Puluwaru, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe. Sebelum prosesi pemakaman berlangsung, keluarga terlebih dahulu melaksanakan rangkaian adat Tolaki Mosehe Wonua dan salat jenazah di Masjid Aljariah.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Minta Lahan di Jalan Ahmad Yani Dikosongkan, Keluarga Nur Alam Minta Ruang Klarifikasi

Suasana haru tampak menyelimuti seluruh rangkaian prosesi penghormatan terakhir tersebut. Ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga warga dari berbagai daerah hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Tangis keluarga pecah saat jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.

Sri Yastin Asrun lahir di Kendari pada 3 Februari 1961. Semasa hidupnya, ia dikenal luas sebagai perempuan yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan publik serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Perjalanan kariernya di lingkungan Pemerintah Kota Kendari berlangsung cukup panjang. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya hingga akhirnya dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari. Ia mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara dengan pangkat Pembina Utama Madya (IV/d).

BACA JUGA :  Pemkot Kendari Bersama Basarnas Kendari Memberikan Penghargaan Kepada Nelayan Penyelamat

Selain aktif di dunia birokrasi, Sri Yastin juga memiliki peran penting dalam organisasi kemasyarakatan. Saat mendampingi suaminya, Asrun, yang menjabat Wali Kota Kendari selama dua periode, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kendari.

Melalui berbagai peran yang dijalankannya, almarhumah dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan pemberdayaan perempuan, pengembangan kerajinan daerah, serta berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kepergian Sri Yastin Asrun menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat Sulawesi Tenggara. Jejak pengabdian yang ditinggalkannya selama puluhan tahun akan tetap dikenang sebagai bagian dari kontribusinya dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. (*)