
LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA – Suasana haru menyelimuti proses kepulangan kru dan anak buah kapal (ABK) KM Cahaya Fitrah setelah mereka berhasil diselamatkan dari kecelakaan kapal di perairan Pulau Labengki, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/7/2026). Tangis bahagia keluarga pecah saat para korban tiba dalam keadaan selamat.
Kecelakaan tersebut melibatkan KM Cahaya Fitrah 03 GT 30 yang dilaporkan mengalami kebocoran hingga kandas di perairan antara Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dan Pulau Tiga, Kecamatan Menui Kepulauan (Sombori Kepulauan), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal diduga mengalami insiden setelah dihantam gelombang tinggi hingga kehilangan kendali. Menyadari kondisi kapal yang semakin membahayakan, seluruh kru dan penumpang segera mengenakan jaket pelampung dan meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri.
Di tengah situasi darurat, para penumpang sempat merekam kondisi kapal yang perlahan tenggelam. Rekaman tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial sebagai upaya meminta bantuan secepat mungkin.
Laporan masyarakat yang diterima Basarnas Kendari langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan operasi SAR, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke tempat yang aman.
Sebanyak 11 penumpang asal Kota Kendari berhasil dievakuasi tanpa adanya laporan korban jiwa. Setelah proses penyelamatan selesai, para korban dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
Momen pertemuan itu berlangsung penuh haru. Tangis dan pelukan keluarga mewarnai kepulangan para kru dan ABK yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akibat insiden di tengah laut.
Respons cepat Basarnas Kendari mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai berhasil meminimalkan risiko dalam operasi penyelamatan tersebut. Kecepatan menerima informasi, mengerahkan personel, hingga mengevakuasi seluruh korban menjadi faktor penting yang memastikan seluruh penumpang dapat diselamatkan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebocoran kapal masih dalam penelusuran. Dugaan sementara, kapal mengalami insiden setelah diterjang ombak tinggi yang menyebabkan kapal kehilangan kendali sebelum akhirnya bocor dan kandas di perairan sekitar Pulau Labengki.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh operator kapal dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, kelayakan kapal, serta perlengkapan keselamatan sebelum melakukan pelayaran, terutama saat melintasi perairan yang rawan gelombang tinggi.


























