LENSATENGGARA.COM, KONAWE SELATAN – Insiden pencurian kabel gardu milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) terjadi di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Rekaman video yang diunggah akun Facebook Harianto Kower pada Senin (23/2/2026) memperlihatkan kondisi gardu bertegangan tinggi yang mengalami kerusakan. Dalam tayangan itu, terlihat tiga utas kabel tembaga di dalam gardu telah terpotong.
Kabel tembaga yang memiliki nilai jual tinggi kerap menjadi sasaran pencurian karena mudah dijual kembali. Namun, tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar.
Dalam video yang beredar, terdengar suara seseorang yang mengecam aksi tersebut.
“Pengrusakan fasilitas umum. Biar digembok, putus,” ucapnya.
Selain itu, tampak pula bercak darah di sekitar lokasi gardu. Dugaan sementara, darah tersebut berasal dari pelaku yang tersetrum saat berupaya memotong kabel bertegangan tinggi.
“Diputus di atas, keterlaluan ini orang, bulan puasa,” tambahnya dalam rekaman tersebut.
Belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun kondisi terkini gardu listrik tersebut. Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pencurian fasilitas umum tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berisiko fatal bagi pelaku karena berhadapan langsung dengan aliran listrik bertegangan tinggi.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas kelistrikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)



























