LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah. Kali ini, bantuan berupa paket sembako diberikan kepada masyarakat di enam RT yang berada di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kamis (21/5/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Kendari bersama aparat kelurahan dan pihak terkait sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana akibat curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, mengatakan bantuan tersebut disalurkan berdasarkan arahan langsung dari Wali Kota Kendari guna membantu masyarakat yang mengalami dampak banjir.
“Penyaluran bantuan ini atas arahan Ibu Wali Kota Kendari untuk membantu warga terdampak banjir di Kelurahan Punggolaka,” ujar Rukmana.
Ia menjelaskan, sebanyak 202 kepala keluarga (KK) menerima bantuan paket sembako yang dibagikan secara langsung kepada warga terdampak.
Menurutnya, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama bagi warga yang aktivitas sehari-hari maupun kondisi ekonominya terganggu akibat genangan air yang sempat merendam permukiman mereka.
Rukmana juga menyebut Pemerintah Kota Kendari masih terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir di sejumlah titik untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.
“Pemerintah kota terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya warga yang terdampak langsung bencana banjir,” katanya.
Proses distribusi bantuan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat setempat. Warga terlihat antusias menerima bantuan kebutuhan pokok yang disiapkan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Kendari dalam beberapa waktu terakhir diketahui berdampak pada banyak permukiman warga, termasuk di wilayah Kelurahan Punggolaka. Tingginya intensitas hujan menyebabkan beberapa titik terendam dan menghambat aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari juga telah memperpanjang status tanggap darurat bencana sebagai langkah mempercepat penanganan banjir serta proses pemulihan di wilayah terdampak.
Selain melakukan penanganan infrastruktur dan normalisasi drainase, pemerintah daerah juga terus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi melalui distribusi bantuan pangan dan logistik secara bertahap. (*)
























