Minggu, November 8, 2026
lensatenggara
Beranda Metro Kendari Pimpin KPPG Sultra Lima Tahun ke Depan, Rusiawati Abunawas Siapkan Tiga Agenda...

Pimpin KPPG Sultra Lima Tahun ke Depan, Rusiawati Abunawas Siapkan Tiga Agenda Prioritas

1
Pimpin KPPG Sultra Lima Tahun ke Depan, Rusiawati Abunawas Siapkan Tiga Agenda Prioritas
Hj. Rusiawati Abunawas bersama jajaran pengurus Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulawesi Tenggara usai pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus kabupaten dan kota se-Sultra di Kendari, Minggu (8/11/2026). (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Hj. Rusiawati Abunawas, S.E., kembali dipercaya memimpin Pengurus Daerah (PD) Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk periode 2026–2031.

Pengukuhan kepengurusan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Minggu (8/11/2026). Agenda ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PD KPPG tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Prosesi pelantikan dipimpin Wakil Ketua Umum Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi PP KPPG, Ratu Dian Hatifah, didampingi Sekretaris Umum PP KPPG, Tati Novianti.

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen KPPG dalam mendorong peran perempuan di bidang politik, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah tokoh Partai Golkar Sultra turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sultra, H. Uking Jasa, Sekretaris DPD I Golkar Sultra, anggota DPD RI Leni Andriani Surunuddin, anggota DPRD Sultra Fraksi Golkar, serta perwakilan organisasi sayap Partai Golkar lainnya.

Usai dikukuhkan, Rusiawati menegaskan bahwa KPPG memiliki tanggung jawab untuk memperluas ruang partisipasi perempuan dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah.

“Tugas kami adalah menyebarkan panji-panji Partai Golkar sekaligus memperluas ruang bagi perempuan untuk berperan dalam politik dan menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Rusiawati, perempuan mempunyai potensi besar dalam mendorong perubahan. Oleh karena itu, KPPG harus menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan mencetak kader perempuan yang memiliki kemampuan serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga memastikan program kerja kepengurusan KPPG Sultra akan diselaraskan dengan kebijakan dan prioritas Partai Golkar Sultra di bawah kepemimpinan Laode Muhammad Darmin.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi kegiatan sosial, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Untuk merealisasikan agenda tersebut, Rusiawati menetapkan tiga komitmen utama. Pertama, memperkuat konsolidasi organisasi melalui koordinasi antara pengurus provinsi, kabupaten, dan kota hingga menjangkau kader di tingkat akar rumput.

Kedua, meningkatkan kapasitas dan keterlibatan perempuan dalam politik melalui pendidikan serta pengembangan kepemimpinan. Upaya ini juga diarahkan untuk mendorong kader perempuan agar berani mengambil peran dalam jabatan publik.

Ketiga, menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga keberadaan KPPG dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari kegiatan KPPG sehingga kepercayaan mereka kepada KPPG dan Partai Golkar semakin kuat,” tuturnya.

Rusiawati turut mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga kekompakan dan membangun kerja sama dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menilai keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada susunan kepengurusan, tetapi juga pada kesungguhan kader dalam bekerja dan memberikan kontribusi nyata.

Golkar Dorong Kader Perempuan Perkuat Struktur Partai

Mewakili Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, Uking Jasa menyebut pengukuhan pengurus KPPG di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur serta konsolidasi partai.

Ia berharap KPPG dapat meningkatkan kekuatan Partai Golkar melalui keterlibatan aktif perempuan di seluruh tingkatan organisasi.

Menurut Uking, kader perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, memperluas jaringan, serta menyosialisasikan program dan perjuangan partai.

“Kami berharap kader-kader perempuan ini bisa semakin solid dan menjadi ujung tombak dalam memperkuat Partai Golkar. Karena itu, setelah pelantikan ini, seluruh pengurus diharapkan segera membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan desa,” katanya.

Uking menambahkan, konsolidasi KPPG diharapkan berjalan beriringan dengan agenda penguatan struktur Partai Golkar Sultra yang direncanakan menjangkau hingga tingkat desa pada Desember 2026.

Ia menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan agar KPPG tidak hanya memiliki struktur organisasi yang kuat, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program.

KPPG Pusat Tekankan Peningkatan Kapasitas Perempuan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP KPPG, Ratu Dian Hatifah, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam memperkuat organisasi perempuan.

Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk mengembangkan kemampuan agar dapat terlibat lebih aktif dalam pengambilan keputusan serta kepemimpinan publik.

Ia menilai salah satu tantangan perempuan dalam dunia politik adalah membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan gagasan dan pendapat di forum pengambilan keputusan.

Karena itu, KPPG didorong menghadirkan program pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, public speaking, hingga pengembangan karakter bagi kader perempuan.

“Kadang-kadang perempuan masih merasa ragu untuk mengangkat tangan dan menyampaikan pendapat dalam sebuah forum. Ada yang takut salah. Inilah pentingnya membangun kapasitas dan kepercayaan diri agar perempuan berani berbicara dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas, Ratu Dian juga mendorong penguatan pendataan dan pengembangan kader melalui bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKA).

Menurutnya, data kader perempuan yang terorganisasi dengan baik di setiap daerah diperlukan agar potensi dan kebutuhan pengembangan kader dapat dipetakan secara lebih terarah.

Ia turut menyebut pendekatan masyarakat melalui program Desa Dasakarya sebagai salah satu strategi untuk memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan organisasi kepada masyarakat.

Ratu Dian mengingatkan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti setelah pelantikan. Seluruh pengurus diharapkan terus bergerak, membangun komunikasi, dan menghadirkan kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Ia juga berharap kader perempuan Partai Golkar di Sultra memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan karier politik, termasuk melalui pendidikan dan beasiswa politik.

Menurutnya, perempuan tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap dalam organisasi, tetapi harus memiliki kompetensi, keberanian, dan kesempatan yang setara untuk tampil sebagai pemimpin.

Pengukuhan pengurus KPPG Sultra periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan organisasi perempuan Partai Golkar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Melalui kepengurusan baru tersebut, KPPG diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kader perempuan yang berdaya, berani mengambil peran dalam pengambilan keputusan, serta memberikan kontribusi bagi keluarga dan masyarakat. (*)