Selasa, Agustus 25, 2026
lensatenggara
Beranda Metro Kendari Warga Kadia dan Wua-Wua Keluhkan Banjir hingga Harga LPG 3 Kg kepada...

Warga Kadia dan Wua-Wua Keluhkan Banjir hingga Harga LPG 3 Kg kepada Wali Kota Kendari

7
Warga Kadia dan Wua-Wua Keluhkan Banjir hingga Harga LPG 3 Kg kepada Wali Kota Kendari
Warga Kadia dan Wua-Wua Keluhkan Banjir hingga Harga LPG 3 Kg kepada Wali Kota Kendari. (Foto : istimewa)

LENSATENGGARA.COM, KENDARI – Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan langsung kepada Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam kegiatan Wali Kota Kendari bersama Forkopimda Menyapa yang berlangsung di kawasan Kali Kadia, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga Kecamatan Kadia dan Wua-Wua menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari persoalan banjir, lampu penerangan jalan, infrastruktur, hingga harga LPG 3 kilogram yang dinilai masih tinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan di lingkungan mereka tanpa harus melalui proses penyampaian aspirasi secara berjenjang.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan kegiatan tersebut sengaja melibatkan berbagai unsur pemerintahan agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat langsung diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Sejumlah pihak yang hadir antara lain Wakil Wali Kota Kendari, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Siska, kehadiran seluruh unsur tersebut membuat pemerintah dapat mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

“Tidak ada lagi yang harus kita salahkan nantinya. Kalau mungkin di reses hanya anggota DPR, masih harus mengoordinasikan dengan Wali Kota. Tetapi kalau hari ini kita lengkap semua hadir,” kata Wali Kota Siska.

BACA JUGA :  Inflasi Kota Kendari Maret 2024 Terkendali di Angka 2,67 Persen

Banjir dan Drainase Jadi Keluhan Warga

Salah satu persoalan yang cukup banyak disampaikan masyarakat adalah banjir dan genangan air.

Warga mengeluhkan genangan yang kerap terjadi di sekitar SMPN 9 Kendari dan kawasan Mataiwoi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan terhadap sistem drainase, termasuk pengerukan menggunakan alat berat untuk mengurangi potensi penyumbatan dan genangan.

Selain persoalan drainase, warga juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan yang berada di atas atau sekitar aliran kali. Keberadaan bangunan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran aliran air ketika hujan turun.

Aspirasi mengenai perbaikan jalan dan drainase di sejumlah titik juga turut disampaikan kepada pemerintah daerah.

Lampu Jalan Mati hingga Harga LPG 3 Kg

Persoalan penerangan jalan turut menjadi perhatian warga dalam pertemuan tersebut.

Masyarakat melaporkan sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Wua-Wua, dan beberapa kawasan lainnya sudah tidak berfungsi.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sehingga penerangan di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama dapat kembali berfungsi secara optimal.

BACA JUGA :  Zikir Akbar HUT ke-193 Kota Kendari: Refleksi dan Rasa Syukur

Selain infrastruktur, harga LPG 3 kilogram juga menjadi salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat. Warga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi harga LPG bersubsidi tersebut agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

Warga Anaiwoi Sampaikan Sejumlah Aspirasi

Sementara itu, masyarakat Kelurahan Anaiwoi turut menyampaikan beberapa usulan kepada Pemerintah Kota Kendari.

Aspirasi tersebut antara lain berkaitan dengan penataan taman di sekitar jalur dua, pengaspalan jalan, serta persoalan keterlambatan pembayaran honor RT dan RW.

Berbagai keluhan yang disampaikan tersebut menjadi bahan bagi Pemkot Kendari untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan langkah penanganan melalui OPD terkait.

Melalui kegiatan Wali Kota Menyapa, pemerintah berharap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diketahui secara langsung sehingga koordinasi penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Kehadiran jajaran Forkopimda, DPRD, dan kepala OPD dalam forum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Kendari.