LENSATENGGARA.COM, KONAWE – Musim kemarau berdampak pada debit air Sungai Konaweha di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pada Minggu (6/9/2026), debit air sungai terlihat menyusut cukup drastis. Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian Sungai Konaweha menjadi dangkal dan tepian sungai lebih mudah dijangkau warga.
Surutnya air juga menyingkap endapan lumpur dan pasir di sejumlah titik yang selama ini terendam. Area tersebut diketahui menjadi habitat pokea, kerang air tawar yang cukup familiar bagi masyarakat setempat.
Kondisi Sungai Konaweha yang surut kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk turun langsung mencari pokea. Warga tampak menyusuri bagian sungai yang dangkal untuk mendapatkan kerang air tawar tersebut.
Pokea sendiri menjadi salah satu hasil sungai yang banyak dimanfaatkan masyarakat, baik untuk dikonsumsi maupun dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.
Menyusutnya debit Sungai Konaweha terjadi seiring kondisi musim kemarau. Ketika volume air berkurang, sejumlah titik yang biasanya terendam menjadi lebih mudah diakses sehingga warga dapat mencari pokea langsung di habitatnya.
Aktivitas berburu pokea saat air Sungai Konaweha surut pun menjadi pemandangan tersendiri di kawasan Pohara. Warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengumpulkan pokea sebelum debit air sungai kembali meningkat. (*)



























