Rabu, September 16, 2026
lensatenggara
Beranda Advertorial Kolaborasi ANTAM, TNI dan Pemda Konut, Jembatan Perintis Garuda Resmi Digunakan Warga...

Kolaborasi ANTAM, TNI dan Pemda Konut, Jembatan Perintis Garuda Resmi Digunakan Warga Banggina

5
Kolaborasi ANTAM, TNI dan Pemda Konut, Jembatan Perintis Garuda Resmi Digunakan Warga Banggina
Jembatan Perintis Garuda di Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resmi digunakan masyarakat setelah diresmikan pada Senin (14/9/2026).

LENSATENGGARA.COM, KONAWE UTARA – Jembatan Perintis Garuda di Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resmi digunakan masyarakat setelah diresmikan pada Senin (14/9/2026).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT ANTAM (Persero) Tbk, TNI dan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam upaya membuka akses masyarakat serta mendukung aktivitas pendidikan, sosial dan ekonomi warga.

Peresmian dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama jajaran, Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., jajaran pemerintah daerah, perwakilan PT ANTAM Tbk, pemerintah Kecamatan Motui dan Desa Banggina, tokoh masyarakat serta warga penerima manfaat.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial berupa 1.000 paket kepada masyarakat.

Akses Warga Kini Lebih Dekat

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dikerjakan melalui kerja sama Kodam XIV/Hasanuddin dan Kodim 1430/Konawe Utara, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara serta PT ANTAM Tbk.

Pekerjaan jembatan berlangsung sejak 27 April hingga 22 Agustus 2026.

Keberadaan jembatan ini diharapkan memberikan perubahan terhadap mobilitas masyarakat Desa Banggina. Sebelum jembatan dibangun, sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar 8 kilometer untuk mengantar anak-anak ke sekolah.

Jalur yang sebelumnya digunakan juga dinilai memiliki risiko keselamatan karena sebagian akses melintasi jalur hauling yang digunakan kendaraan berat untuk aktivitas operasional.

CSR & ER Division Head PT ANTAM Tbk, Yulan Kustiyan, yang hadir mewakili Direksi ANTAM, mengatakan pembangunan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

BACA JUGA :  Pemda Konawe Utara Hadiri Pembukaan STQH Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ke-XXVIII

Kolaborasi ANTAM, TNI dan Pemda Konut, Jembatan Perintis Garuda Resmi Digunakan Warga Banggina

“Sebagai BUMN, ANTAM memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan CSR atau TJSL sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi ANTAM bersama TNI dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Yulan.

Menurut Yulan, jembatan tersebut diharapkan dapat memangkas akses warga sekaligus memberikan jalur yang lebih aman, khususnya bagi anak-anak yang hendak menuju sekolah.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan aman. Anak-anak dapat lebih mudah menuju sekolah, sementara masyarakat juga memiliki akses yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” lanjut Yulan.

Dorong Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, ANTAM dan masyarakat.

Selain mempermudah mobilitas, jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga serta memperkuat hubungan antarwilayah.

“Harapan kami, fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga dapat digunakan masyarakat dengan nyaman dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin.

Hal senada disampaikan Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.

Menurut Ikbar, akses transportasi yang semakin terbuka dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, pelayanan pemerintahan hingga kegiatan sosial dan ekonomi.

BACA JUGA :  Pemda Konawe Utara Bahas Rencana Pascatambang dengan PT Stargete Pacific Resources

“Jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa,” ujar Bupati Konawe Utara.

Warga Sambut Kehadiran Jembatan

Kehadiran jembatan juga mendapat sambutan dari masyarakat Desa Banggina. Salah seorang perwakilan warga menyebut pembangunan tersebut memberikan perubahan terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang harus bersekolah serta masyarakat yang membutuhkan akses antarwilayah.

“Sekarang akses kami lebih dekat dan aman. Kami berharap jembatan ini dapat terus dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Terima kasih kepada TNI, pemerintah daerah, ANTAM, dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan jembatan ini,” ungkapnya.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, masyarakat Desa Banggina kini memiliki akses baru yang diharapkan dapat menunjang kegiatan sehari-hari sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah di Konawe Utara.

Bagi ANTAM, pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program TJSL perusahaan yang dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan TNI serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Keberlanjutan manfaat jembatan selanjutnya diharapkan dapat dijaga bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.**