Sabtu, Juli 25, 2026
lensatenggara
Beranda Nasional Prabowo Sebut Wartawan, Pengamat, dan LSM sebagai ‘Londo Ireng’ Saat Pidato Harlah...

Prabowo Sebut Wartawan, Pengamat, dan LSM sebagai ‘Londo Ireng’ Saat Pidato Harlah PKB

48
Prabowo Sebut Wartawan, Pengamat, dan LSM sebagai 'Londo Ireng' Saat Pidato Harlah PKB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/7/2026). (Foto : Istimewa)

LENSATENGGARA.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/7/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung istilah “Londo Ireng” untuk menggambarkan pihak-pihak yang menurutnya kerap menyebarkan narasi pesimistis mengenai Indonesia.

Menurut Prabowo, istilah tersebut pada masa lalu digunakan untuk menyebut orang Indonesia yang berpihak kepada pemerintah kolonial Belanda dan melawan bangsanya sendiri. Ia kemudian mengaitkan istilah itu dengan kondisi saat ini.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng ya. yang ikut Belanda perang lawan kita,” ujar Prabowo saat menghadiri puncak hari lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis, 23 Juli 2026.

Prabowo kemudian melanjutkan pernyataannya dengan menyebut bahwa menurut pandangannya, sosok-sosok yang ia sebut sebagai “Londo Ireng” masih ada hingga sekarang, meski dalam bentuk yang berbeda.

“Londo-londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain kan. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphone-mu siapa?,” ujarnya menambahkan.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah pihak yang dinilainya sering menampilkan pandangan negatif atau pesimistis mengenai kondisi Indonesia. Menurutnya, narasi semacam itu tidak mencerminkan semangat membangun bangsa.

Istilah “Londo Ireng” sendiri selama ini dikenal sebagai sebutan bagi pribumi yang dianggap berpihak atau membantu kepentingan penjajah maupun pihak asing. Penggunaan istilah tersebut dalam pidato Presiden pun langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan di ruang publik.

Pidato tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para kader dan tamu undangan dalam acara puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar pada Kamis (23/7/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari organisasi pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun pihak lain yang disebut dalam pidato Presiden terkait pernyataan tersebut. Apabila telah ada respons resmi, berita ini akan diperbarui.